Tips Nutrisi Agar Tak Mengantuk Saat Berkendara Arus Balik Lebaran 2026
Saat arus balik Lebaran 2026, penting untuk mengetahui jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi serta yang perlu dihindari demi kesehatan.
Setelah Lebaran 2026, banyak orang yang telah kembali ke kota asal mereka, sementara sebagian lainnya masih dalam perjalanan atau baru akan berangkat esok hari.
Salah satu cara untuk tetap fokus dan menghindari rasa kantuk selama perjalanan adalah dengan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama perjalanan.
Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, seorang Ahli Gizi Masyarakat dari IPB University, menekankan pentingnya menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat, karena hal ini bisa menyebabkan rasa kantuk.
"Misalnya roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya," ujarnya, mengutip laman IPB University pada Rabu, 25 Maret 2026.
Untuk menjaga energi tetap stabil, Karina merekomendasikan konsumsi makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan rendah lemak.
Beberapa contoh makanan yang baik untuk meningkatkan stamina saat perjalanan jauh adalah telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, serta kacang-kacangan dan buah yang memiliki kandungan air tinggi.
"Telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta buah yang tinggi kandungan air bisa membantu menjaga stamina sekaligus mencegah dehidrasi," tambahnya.
Berikut adalah beberapa pilihan makanan yang disarankan:
1. Sumber karbohidrat kompleks seperti serealia utuh (beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung), sayuran berpati (kentang, ubi), serta kacang-kacangan.
2. Sumber protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, dan ikan.
3. Sumber lemak baik seperti ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta alpukat.
4. Buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, mineral, serta tinggi kandungan air.
Kecukupan Cairan Sangat Penting
Selain menjaga asupan makanan, penting juga untuk memperhatikan kecukupan cairan dalam tubuh. Pastikan untuk minum air dalam jumlah yang cukup.
"Pengemudi harus memastikan kebutuhan cairan terpenuhi, tetap dianjurkan minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5--2 liter air per hari," tuturnya.
Minum Kopi, Apakah Ngefek Bikin Melek? Mengenai konsumsi kafein, seperti kopi atau teh, Karina menjelaskan bahwa kafein dapat membantu mengurangi rasa kantuk, meskipun efeknya bersifat sementara.
"Kafein memang bisa membuat kita lebih terjaga, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan sering buang air kecil dan berisiko dehidrasi," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 mg, yang setara dengan empat cangkir per hari. Meski demikian, ia menyarankan untuk cukup mengonsumsi satu hingga dua cangkir saja.
Jika Merasa Mengantuk, Segera berhenti dan Tidur sejenak
Minuman berkafein seperti kopi tidak selalu menjamin bahwa seseorang akan terhindar dari rasa kantuk.
Meskipun banyak yang mengandalkan kopi untuk tetap terjaga, jika seseorang merasa mengantuk, sangat disarankan untuk mencari tempat yang aman dan menepikan kendaraan untuk tidur sejenak.
"Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi, jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi," kata Karina.
Dengan cara ini, pengemudi dapat memastikan keselamatan diri mereka dan orang lain di jalan.
Penting untuk diingat bahwa meskipun kafein dapat memberikan dorongan energi sementara, efeknya tidak akan bertahan lama.
Rasa kantuk yang terus menerus dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat yang cukup. Oleh karena itu, jika Anda merasa lelah saat berkendara, lebih baik mendengarkan tubuh Anda dan mengambil waktu untuk beristirahat.
Tidur sejenak dapat membantu mengembalikan fokus dan kewaspadaan yang diperlukan untuk berkendara dengan aman.