Tips Mengatasi Masalah Overstimulasi pada Bayi, Orangtua Perlu Tahu
Overstimulasi pada bayi dapat terjadi pada kehidupan sehari-hari, ketahui ciri dan dampaknya.
Berinteraksi dengan bayi sangat penting untuk perkembangan mereka. Kegiatan seperti berbicara, membuat wajah lucu, mengajak berjalan-jalan, mengenalkan mereka kepada teman, dan melakukan aktivitas yang sesuai dengan usia mereka adalah cara yang baik untuk memperkenalkan dunia kepada bayi.
Namun, seperti halnya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami overstimulasi. Jika bayi Anda menjadi rewel atau mulai menangis saat bermain atau berada di luar, mungkin mereka mengalami overstimulasi.
Apa Itu Overstimulasi pada Bayi?
Dilansir dari The Bump, overstimulasi terjadi ketika mereka merasa kewalahan oleh aktivitas, suara, dan sensasi yang lebih banyak daripada yang dapat mereka tangani. Menurut Alexis Phillips-Walker, DO, seorang dokter anak di Memorial Hermann Medical Group Pediatrics di Atascocita, Texas, “overstimulasi terjadi ketika bayi merasa kewalahan oleh aktivitas, suara, dan sensasi yang melebihi kapasitas mereka untuk mengatasinya.”
Situasi yang dianggap biasa oleh orang dewasa dapat sangat mempengaruhi bayi, seperti berbelanja di supermarket atau menghadiri acara keluarga. Dalam situasi seperti ini, penting untuk membiarkan bayi beradaptasi dengan lingkungannya dengan melihat Anda berbicara dengan orang dewasa lainnya sebelum mereka berinteraksi dengan orang lain.
Tanda-Tanda Overstimulasi pada Bayi
Secara biologis, overstimulasi pada bayi menyebabkan tubuh mereka memproduksi hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini merangsang sistem saraf simpatik—bagian tubuh yang bertanggung jawab atas respons fight or flight. Akibatnya, detak jantung meningkat, pernapasan menjadi cepat, dan otot-otot menegang. Bayi menunjukkan respons stres ini dengan menangis dan sulit ditenangkan. Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan meliputi:
- Bertindak rewel atau mudah marah
- Tidak ingin digendong (meskipun bayi yang lebih besar mungkin menjadi lebih lengket)
- Menolak menyusu
- Terlihat lelah
- Mengepalkan tangan
- Tampak ketakutan
Cara Menghindari Overstimulasi pada Bayi
Untuk menghindari overstimulasi pada bayi, penting untuk memahami aktivitas atau lingkungan yang dapat memicu overstimulasi pada anak Anda. Meskipun tidak selalu mungkin untuk menghindari situasi yang memicu overstimulasi, seperti berbelanja atau menghadiri acara keluarga, beberapa langkah pencegahan dapat membantu. Alexis Phillips-Walker merekomendasikan:
- Cobalah untuk tetap pada jadwal makan yang teratur
- Batasi durasi menjalankan tugas
- Berikan waktu tenang untuk bayi
- Hindari penggunaan layar untuk anak di bawah 2 tahun (dan batasi penggunaan layar untuk balita yang lebih tua)
- Sesuaikan kegiatan dengan waktu tidur bayi
Rutinitas yang konsisten saat tidur siang dan malam sangat penting. Lisa M. Asta, MD, seorang profesor klinis pediatri di University of California di San Francisco, menyarankan, “Hari bayi harus memiliki waktu tenang yang konsisten untuk memberi pesan bahwa sekarang adalah saatnya untuk istirahat.” Membacakan buku, menyanyikan lagu, menurunkan tirai, dan menidurkan bayi di tempat tidur dapat membantu menciptakan suasana yang tenang.
Cara Menenangkan Bayi yang Overstimulasi
Cara terbaik untuk menenangkan bayi yang overstimulasi adalah dengan mengeluarkan mereka dari lingkungan yang memicu overstimulasi. Bawa mereka ke ruangan yang tenang dengan sedikit rangsangan, seperti lampu, suara, mainan yang merangsang, dan orang lain. Kamar bayi yang gelap dan tenang adalah tempat yang ideal. Jika Anda sedang di luar rumah, Anda bisa mengimprovisasi dengan menaruh bayi di kereta dorong dan menutupinya dengan kain untuk menciptakan lingkungan yang gelap.
Untuk menenangkan bayi yang baru lahir dan bayi yang lebih muda, Phillips-Walker menyarankan menyusui atau memberi mereka botol, atau membedong dan menggendong mereka atau mengayun mereka hingga tertidur. “Jangan khawatir jika bayi tidak suka dibedong,” tambahnya.
“Beberapa bayi yang menangis membutuhkan ruang mereka sendiri. Tidak apa-apa menidurkan mereka di tempat yang aman seperti tempat tidur bayi, sementara Anda tetap berada di dekatnya untuk menenangkan mereka jika diperlukan.”
Untuk bayi yang lebih besar dan balita, penting untuk memastikan kebutuhan fisik mereka terpenuhi terlebih dahulu. Periksa apakah mereka lapar, haus, kepanasan, atau kedinginan. Jika di rumah, Anda bisa menidurkan anak di ruangan yang gelap dan melakukan aktivitas tenang seperti membacakan buku atau memeluk mereka.
“Jika memungkinkan, kendalikan lingkungan Anda,” kata Phillips-Walker. “Meminta orang berbicara dengan nada rendah, meredupkan lampu, atau menutup tirai dapat membantu.”
Overstimulasi pada bayi adalah hal yang normal, dan setiap anak akan bereaksi berbeda. Namun, perhatikan jika respons emosional mereka tampak tidak sebanding dengan situasinya. Hal ini dapat memberikan petunjuk tentang masalah terkait kesulitan pemrosesan emosional atau informasi, seperti gangguan spektrum autisme atau gangguan defisit perhatian. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang perkembangan anak Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.