Ternyata Konsumsi Dark Chocolate Bisa Bantu Cegah Penyakit Jantung dan Diabetes Tipe 2
Dark chocolate yang memiliki kadar gula sedikit ternyata bisa mencegah penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa cokelat hitam mungkin memiliki potensi dalam mencegah diabetes tipe 2, seperti dilaporkan oleh NPR. Penelitian yang diterbitkan dalam The British Medical Journal menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi lima porsi atau lebih cokelat hitam setiap minggu memiliki risiko yang jauh lebih rendah untuk terkena penyakit ini, yaitu 21% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi cokelat susu dalam jumlah yang sama.
Selain itu, para peneliti mencatat bahwa partisipan yang mengonsumsi cokelat susu mengalami peningkatan berat badan, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko diabetes, sedangkan mereka yang mengonsumsi cokelat hitam tidak mengalami hal tersebut.
Cokelat hitam dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. Senyawa yang terdapat dalam kakao telah dikaitkan dengan kesehatan jantung yang baik; sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2015 dalam jurnal Heart menyimpulkan hal ini. Selain itu, pada tahun 2005, terdapat laporan yang menyebutkan bahwa cokelat hitam juga dapat meningkatkan kepekaan insulin.
Manfaat kesehatan ini sebagian besar disebabkan oleh flavanol, yaitu senyawa bioaktif yang terdapat dalam tanaman yang merangsang produksi dinitrogen oksida, sehingga dapat melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Salah satu jenis flavanol yang menjadi perhatian utama para ilmuwan adalah epicatchins, yang dikenal memiliki sifat antioksidan yang kuat.
Meskipun terdapat banyak bukti yang menunjukkan manfaat cokelat hitam bagi kesehatan, para peneliti dalam studi ini menyarankan agar hasil temuan tersebut tidak dianggap terlalu serius. Mereka mencatat bahwa partisipan yang menunjukkan respons positif terhadap konsumsi cokelat hitam mungkin sudah memiliki pola hidup sehat yang juga dapat membantu mencegah diabetes tipe 2.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa konsumsi cokelat hitam harus dilakukan secara moderat; individu dalam penelitian ini mengonsumsi sekitar satu ons cokelat hitam per hari, seperti yang dilaporkan oleh People.
Apa yang Dimaksud dengan Diabetes?
Mengacu pada informasi dari laman Kementerian Kesehatan RI, diabetes mellitus merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah secara berkelanjutan. Terdapat beberapa jenis diabetes, namun dua yang paling umum adalah diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun, yang berarti bahwa penyakit ini dimulai ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang sel-sel lain di dalam tubuh. Dalam kasus diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel penghasil insulin yang dikenal sebagai sel beta yang berada di pankreas.
Akibat dari kerusakan ini adalah rendahnya kadar insulin dalam tubuh, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Tanpa keberadaan insulin, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh dan justru terakumulasi dalam aliran darah.
Hal ini menyebabkan tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi. Selain itu, tingginya kadar glukosa dalam darah dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil yang berlebihan dan dehidrasi, serta berpotensi merusak jaringan tubuh secara keseluruhan.
Apa itu Diabetes Tipe 2?
Diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh kurang responsif terhadap insulin, yang berfungsi untuk mengangkut glukosa ke dalam sel. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin, yang menyebabkan penumpukan glukosa dalam darah.
Pada individu yang mengalami resistensi insulin, pankreas mendeteksi peningkatan kadar glukosa dalam darah dan berusaha mengatasinya dengan memproduksi lebih banyak insulin. Meskipun pada awalnya upaya ini berhasil, seiring berjalannya waktu, resistensi insulin semakin parah, yang membuat pankreas harus memproduksi insulin dalam jumlah yang lebih besar.
Namun, pada akhirnya, pankreas akan mengalami kelelahan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan insulin yang semakin meningkat. Hal ini menyebabkan kadar glukosa dalam darah terus meningkat dan tetap tinggi. Diabetes tipe 2 sering disebut sebagai diabetes usia dewasa karena umumnya penyakit ini muncul pada usia dewasa pertengahan atau akhir.
Namun, saat ini, usia penderita diabetes semakin muda, bahkan anak-anak pun dapat mengalaminya. Dengan demikian, diabetes tipe 2 menjadi lebih umum dibandingkan dengan tipe 1.