Tanda-Tanda Disleksia pada Orang Dewasa: Lebih dari Sekadar Kesulitan Membaca
Disleksia pada orang dewasa seringkali tak terdeteksi, namun memiliki dampak signifikan. Kenali tandanya, mulai kesulitan mengingat hingga masalah organisasi.
Disleksia, gangguan belajar yang paling umum, sering dikaitkan dengan anak-anak yang kesulitan membaca dan menulis. Namun, kenyataannya, disleksia juga mempengaruhi banyak orang dewasa. Di Amerika Serikat saja, diperkirakan 20% orang dewasa menderita disleksia, namun sebagian besar tidak menyadari kondisi mereka. Hal ini sebagian disebabkan karena disleksia tidak selalu muncul sebagai masalah membaca dan mengeja yang lazim dibayangkan. Mengenali disleksia adalah langkah pertama untuk hidup lebih baik dengan kondisi ini, tetapi seringkali merupakan langkah tersulit.
"Ketika Anda memikirkan disleksia, mungkin Anda membayangkan seorang siswa muda yang kesulitan membaca atau menulis. Jadi Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa disleksia tidak hanya memengaruhi anak-anak. Bahkan, disleksia memengaruhi hingga 20% orang dewasa AS, tetapi sebagian besar tidak tahu bahwa mereka mengalaminya." Begitulah gambaran umum yang disampaikan oleh banyak ahli. Ketidaktahuan ini seringkali menyebabkan dampak negatif jangka panjang bagi penderitanya.
Artikel ini akan membahas apa itu disleksia, bagaimana disleksia dialami oleh orang dewasa, dan bagaimana Anda dapat membantu diri sendiri atau orang lain mendapatkan bantuan. Kita akan mengupas tanda-tanda disleksia pada orang dewasa, serta strategi pengelolaan dan pengobatannya. Perlu diingat bahwa setiap individu dengan disleksia akan mengalami gejala yang berbeda-beda, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk diagnosis yang akurat.
Memahami Disleksia: Lebih dari Sekadar Kesulitan Membaca
Disleksia adalah gangguan pemrosesan informasi, bukan masalah kecerdasan. Ini memengaruhi cara otak memproses, menyimpan, dan mengambil kata-kata. "Pada disleksia, ada perbedaan penyusunan kabel di bagian otak yang memahami, menyimpan, dan mengambil kata-kata. Sederhananya, ini adalah masalah pemrosesan informasi." Akibatnya, daya ingat kerja (working memory) pada penderita disleksia kurang kuat dibandingkan dengan orang tanpa disleksia.
Memori kerja bergantung pada koneksi antar bagian otak. Koneksi ini memungkinkan kita untuk menyimpan informasi dan mengambilnya saat dibutuhkan, sambil belajar dan memproses informasi baru. Bagi penderita disleksia, melakukan banyak tugas (multitasking) informasi bisa sangat menantang. Mereka mungkin merasakan otak mereka tidak bekerja seefisien orang lain, tetapi ini bukan berarti mereka kurang cerdas. Otak mereka hanya bekerja secara berbeda.
Penderita disleksia sering kesulitan dengan tugas-tugas yang melibatkan kata-kata, seperti membaca, memahami kata yang didengar atau dibaca, menulis kata, dan mengingat kata. Seringkali, kesulitan ini terjadi pada orang yang sebenarnya memiliki kemampuan yang lebih baik di bidang lain. Artinya, mungkin ada ketidaksesuaian antara kesulitan mereka dalam tugas verbal dan kemampuan mereka untuk unggul di bidang lain.
10 Tanda Disleksia pada Orang Dewasa
Tidak ada satu jenis disleksia pun. Disleksia memengaruhi orang secara berbeda dan dapat berkisar dari ringan hingga berat. Seringkali, penderita disleksia mengimbangi dan mengembangkan kekuatan lain, seperti membangun hubungan, kepemimpinan, kewirausahaan, keramahan, peran perawatan, dan keterampilan praktis.
Dilansir dari GoodRX, berikut 10 contoh bagaimana orang dewasa dengan disleksia mengalami masalah ini:
- Membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami teks.
- Merasa tidak nyaman membaca dengan lantang.
- Memiliki rentang perhatian yang pendek saat membaca atau mendengarkan.
- Sering melewatkan informasi penting saat membaca.
- Kesulitan mengingat detail percakapan, fakta, atau tanggal.
- Kesulitan mengingat nama orang tetapi tidak wajah.
- Kesulitan dalam mengatur waktu, memprioritaskan tugas, dan mengelola organisasi pribadi.
- Sangat bergantung pada teknologi atau orang lain untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.
- Menghindari jenis pekerjaan atau kegiatan yang mereka anggap menantang.
- Sering mengalami kesulitan dalam memahami instruksi yang kompleks atau bernuansa.
Dampak Sekunder Disleksia pada Orang Dewasa
Hidup dengan disleksia bisa menantang. Selain masalah pemrosesan informasi, ada banyak kesalahpahaman seputar kondisi ini. Karakteristik sekunder mengacu pada kesulitan umum yang dapat ditimbulkan disleksia dalam kehidupan sehari-hari. Karakteristik sekunder disleksia meliputi kecemasan, frustrasi, kurangnya kepercayaan diri, rasa malu, dan harga diri yang rendah.
Akibatnya, penderita disleksia mungkin menolak promosi atau tantangan baru di tempat kerja jika membutuhkan tugas yang detail. Mereka mungkin kesulitan mengikuti pelatihan atau ujian tertentu. Penting untuk memahami bahwa ini bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan karena cara otak mereka memproses informasi.
Faktor Genetik dan Lingkungan
Siapa pun bisa mengalami disleksia. Ini memengaruhi orang dari semua jenis kelamin, ras, latar belakang sosial ekonomi, dan semua tingkat kecerdasan. Disleksia bersifat genetik, artinya diturunkan dalam keluarga. Peneliti telah mengidentifikasi beberapa gen, dan penelitian tentang gen lain masih berlanjut. Jika Anda memiliki disleksia, kemungkinan besar salah satu orang tua Anda juga mengalaminya. Jika Anda memiliki anak, mereka juga cenderung memiliki disleksia.
Namun, dampak disleksia terhadap kehidupan seseorang dapat sangat berbeda tergantung pada lingkungannya. Beberapa contoh bagaimana lingkungan dapat membentuk cara disleksia memengaruhi kehidupan seseorang meliputi dukungan keluarga, akses ke dukungan khusus di sekolah, bimbingan, dan pilihan karier. Dukungan yang tepat dapat sangat membantu dalam meminimalisir dampak negatif disleksia.
Disleksia dan Kehidupan Sehari-hari
Anak-anak dengan disleksia yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati akan tumbuh menjadi orang dewasa dengan disleksia yang mungkin menganggap diri mereka kurang cerdas daripada teman-teman sebayanya. Mereka lebih mungkin putus sekolah, bekerja dengan gaji rendah, dan menghadapi pengangguran, kecemasan, dan depresi. Bahkan, diperkirakan setengah dari orang dewasa yang dipenjara mungkin memiliki disleksia.
Dampak seumur hidup disleksia lebih terlihat pada anak-anak dari komunitas Afrika-Amerika dan Latino berpenghasilan rendah. Anak-anak ini cenderung kurang mungkin untuk diperiksa dan didiagnosis dengan disleksia. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan bimbingan atau penyesuaian yang mereka butuhkan untuk mengelola kondisi tersebut.
Pengobatan dan Pengelolaan Disleksia pada Orang Dewasa
Jika Anda memiliki disleksia, Anda mungkin telah mengembangkan banyak strategi penanggulangan sendiri, mungkin tanpa menyadarinya. Ada banyak sumber daya yang tersedia secara daring yang membahas cara-cara untuk mengelola disleksia. Berikut beberapa strategi dari para ahli disleksia:
- Pecah tugas menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dikelola.
- Kerjakan sesuai kecepatan Anda sendiri.
- Rencanakan atau buat kerangka kerja sebelum memulai.
- Lakukan satu hal dalam satu waktu.
- Istirahat secara teratur.
- Gunakan format multi-sensorik (audio, ucapan, gambar, bermain peran) untuk meningkatkan pembelajaran dan memori.
- Buat daftar atau gunakan bagan dinding.
- Gunakan alat bantu memori seperti mnemonik, sajak, diagram, atau citra visual lainnya.
- Mintalah penyesuaian di tempat kerja dan sekolah untuk mengurangi tekanan dan memberi kesempatan untuk berkembang.
Diagnosa dan Perawatan
Karena disleksia bukan penyakit, tidak ada tes cepat dan mudah untuk mendiagnosisnya. Jika Anda merasa Anda atau seseorang yang Anda kenal mungkin memiliki disleksia yang tidak terdiagnosis, alat skrining daring adalah tempat yang baik untuk memulai. Skrining bukanlah pengganti diagnosis, tetapi dapat membantu Anda memutuskan apakah Anda perlu menjalani tes lebih lanjut.
Pengujian disleksia melibatkan evaluasi formal dan mendalam oleh profesional terlatih, seperti psikolog klinis, psikolog pendidikan, neuropsiokolog, atau profesional medis lainnya. Ini dapat memakan waktu beberapa jam untuk menilai gaya belajar dan mengevaluasi pola kekuatan dan kesulitan Anda. Ada penilaian disleksia gratis di sekolah (jika Anda masih usia sekolah) dan penilaian pribadi (jika Anda bukan usia sekolah). Biaya dan akses perawatan bervariasi tergantung pada lokasi dan sistem asuransi kesehatan.
Mendapatkan diagnosis disleksia sebagai orang dewasa dapat membantu seseorang mengembangkan strategi penanggulangan dan melakukan penyesuaian agar dapat berkembang. Pelatih atau instruktur disleksia bersertifikat juga dapat membantu dalam hal ini. Meskipun penilaian dan perawatan disleksia memerlukan biaya, dan asuransi tidak selalu menanggungnya, ada pilihan berbiaya rendah yang dapat membantu mengarahkan Anda ke arah yang benar.
Disleksia adalah gangguan belajar genetik yang sangat umum. Kesalahpahaman umum adalah bahwa disleksia hanya berarti seseorang salah mengeja kata atau kesulitan membaca. Namun, ini jauh lebih kompleks daripada itu. Disleksia memengaruhi semua tugas bahasa dan muncul dengan cara yang berbeda pada orang yang berbeda. Disleksia dimulai di masa kanak-kanak tetapi dapat memiliki dampak seumur hidup pada pengalaman pendidikan seseorang, kesuksesan karier, harga diri, dan kesehatan mental. Ini juga dapat memengaruhi cara mereka membesarkan anak-anak mereka sendiri. Mendapatkan diagnosis disleksia sebagai orang dewasa dapat membantu seseorang mengembangkan strategi penanggulangan dan melakukan penyesuaian untuk dapat berkembang.