Kapan Anak Mulai Bisa Menyampaikan Perasaan? Ini Tahapan Perkembangannya
Anak mulai bisa menyampaikan perasaan sejak lahir melalui tangisan dan ekspresi wajah. Kemampuan verbal berkembang bertahap seiring usia. Simak tahapannya!
Setiap orang tua pasti penasaran, kapan sih sebenarnya anak mulai bisa menyampaikan perasaan mereka? Jawabannya, sejak lahir! Meski awalnya terbatas pada tangisan dan senyuman, si kecil terus belajar mengekspresikan diri seiring bertambahnya usia. Perkembangan ini adalah proses bertahap yang melibatkan kemampuan motorik, kognitif, dan emosional.
Bayi yang baru lahir sudah menunjukkan emosi dasar melalui tangisan, senyum, dan berbagai ekspresi wajah lainnya. Beberapa minggu setelah lahir, mereka mulai menunjukkan berbagai emosi dasar seperti bahagia, terkejut, takut, marah, sedih, dan bosan. Namun, kemampuan mereka untuk menyampaikan perasaan secara verbal berkembang secara bertahap seiring waktu.
Lalu, bagaimana tahapan perkembangan kemampuan anak dalam menyampaikan perasaan? Mari kita simak ulasan lengkapnya!
Tahapan Perkembangan Kemampuan Menyampaikan Perasaan pada Anak
Perkembangan kemampuan anak dalam menyampaikan perasaan adalah proses yang kompleks dan bertahap. Berikut adalah tahapan perkembangan yang umum terjadi:
Usia 0-6 Bulan: Ekspresi Emosi Awal
Pada usia ini, bayi mengekspresikan emosi melalui tangisan, senyuman, dan ekspresi wajah lainnya. Tangisan menjadi cara utama mereka untuk mengkomunikasikan kebutuhan seperti lapar, tidak nyaman, atau lelah. Senyuman biasanya muncul sebagai respons terhadap interaksi sosial yang menyenangkan.
Menurut sebuah artikel dari American Psychological Association, bayi mulai menunjukkan berbagai emosi dasar seperti kebahagiaan, keheranan, ketakutan, kemarahan, kesedihan, dan kebosanan beberapa minggu setelah lahir. Ekspresi emosi ini masih bersifat refleks dan belum sepenuhnya disadari oleh bayi.
Usia 6-18 Bulan: Munculnya Vokalisasi dan Kata Pertama
Sekitar usia 6 bulan, bayi mulai mengeluarkan suara-suara seperti "aaah" atau "uuuh" (cooing), dan kemudian mengoceh (babbling) dengan satu suku kata, seperti "bababa" atau "mamama". Pada usia 10-18 bulan, banyak bayi mulai mengucapkan kata-kata pertama mereka yang bermakna, seperti "mama" atau "papa".
Kemampuan berbahasa ini memungkinkan mereka untuk mulai mengasosiasikan kata-kata dengan objek atau orang di sekitar mereka. Misalnya, mereka mungkin mulai menggunakan kata "mama" untuk memanggil ibu mereka atau "bola" untuk merujuk pada mainan bola.
Usia 18 Bulan - 2 Tahun: Kombinasi Kata dan Emosi yang Lebih Kompleks
Di usia 18 bulan hingga 2 tahun, anak mulai menggabungkan kata-kata menjadi kalimat sederhana. Mereka juga mulai menunjukkan emosi yang lebih kompleks seperti rasa malu, cemburu, atau bangga. Kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan emosi ini berkembang seiring dengan perkembangan kognitif dan sosial mereka.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa anak-anak pada usia ini mulai menunjukkan pemahaman tentang emosi orang lain. Mereka mungkin mencoba menghibur teman yang sedang sedih atau meniru ekspresi wajah orang dewasa.
Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Emosi Anak
Orang tua memainkan peran penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan untuk menyampaikan perasaan mereka secara sehat. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua:
- Berikan dukungan dan validasi emosi: Ketika anak mengungkapkan perasaannya, dengarkan dengan penuh perhatian dan tunjukkan bahwa Anda memahami apa yang mereka rasakan. Hindari meremehkan atau mengabaikan perasaan mereka.
- Ajarkan kosakata emosi: Bantu anak untuk mengidentifikasi dan memberi nama pada berbagai emosi yang mereka rasakan. Misalnya, Anda dapat mengatakan, "Sepertinya kamu sedang merasa marah karena mainanmu diambil oleh temanmu."
- Berikan contoh yang baik: Anak-anak belajar dengan meniru orang dewasa di sekitar mereka. Tunjukkan cara yang sehat untuk mengekspresikan emosi Anda sendiri, seperti berbicara tentang perasaan Anda dengan tenang dan mencari solusi untuk masalah yang membuat Anda marah atau sedih.
Dengan memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kemampuan untuk berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan mereka dengan sehat. Ingatlah bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, jadi bersabarlah dan terus berikan dukungan yang mereka butuhkan.
Perlu diingat bahwa perkembangan ini bervariasi antar anak. Beberapa anak mungkin mencapai tonggak perkembangan ini lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Yang terpenting adalah memberikan dukungan dan stimulasi yang tepat agar anak dapat mengembangkan kemampuannya untuk berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan mereka dengan sehat.