Jangan Dianggap Enteng, Begini Manfaat Jamu Kunyit Asam Bisa Turunkan Kolesterol dan Menjaga Kesehatan Jantung
Jamu kunyit asam adalah minuman herbal khas Indonesia yang terkenal karena manfaat kesehatannya yang beragam, berkat kandungan bioaktif yang kaya.
Di tengah pesatnya perkembangan gaya hidup modern dan pengaruh obat-obatan farmasi, minuman herbal tradisional tetap mempertahankan keberadaannya.
Salah satu contohnya adalah jamu kunyit asam, minuman khas dari Indonesia yang telah lama dikenal sebagai ramuan tradisional yang menyehatkan tubuh. Dengan warna kuning yang mencolok dan rasa asam yang menyegarkan, jamu ini tidak hanya menarik selera, tetapi juga diyakini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Terbuat dari kombinasi kunyit (Curcuma domestica Val.) dan asam jawa (Tamarindus indica L.), jamu kunyit asam menjadi pilihan favorit, terutama di kalangan perempuan. Manfaat yang ditawarkan oleh jamu kunyit asam, seperti melancarkan haid, meredakan nyeri, dan menyegarkan tubuh, telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika minuman ini masih banyak dijual di pasar tradisional dan oleh penjual jamu keliling.
Namun, apakah semua klaim mengenai kesehatan yang disampaikan benar adanya? Apa saja kandungan yang terdapat dalam ramuan tradisional ini?
Selain itu, bagaimana cara membuatnya sendiri di rumah? Liputan6.com akan memberikan ulasan yang mendalam mengenai manfaat, kandungan, dan cara pembuatan jamu kunyit asam ini, pada Selasa (22/7).
Dengan informasi yang tepat, diharapkan pembaca dapat memahami lebih lanjut tentang khasiat dari jamu kunyit asam dan dapat mencoba membuatnya sendiri sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
1. Mengurangi rasa sakit dan inflamasi
Kandungan utama kunyit adalah kurkumin, senyawa bioaktif yang memiliki sifat antiinflamasi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Elfahmi et al. (2014), kurkumin dapat membantu meredakan nyeri pada sendi dan nyeri saat haid. Penelitian lain yang dilakukan oleh Hayakawa et al. (2011) menunjukkan bahwa efek kurkumin bahkan dapat dibandingkan dengan beberapa obat antiinflamasi modern.
2. Menjaga Kesehatan Tulang
Asam jawa mengandung mineral penting seperti magnesium, kalsium, dan kalium, yang berperan dalam menjaga kepadatan serta kekuatan tulang (Raina, 2011). Kombinasi asam jawa dengan kurkumin juga memiliki potensi untuk mencegah penurunan kualitas tulang yang disebabkan oleh proses penuaan.
3. Melancarkan Pencernaan dan Mengatasi Konstipasi
Jamu kunyit asam kerap dikonsumsi untuk membantu melancarkan buang air besar. Kandungan asam dalam tamarind dikenal memiliki efek laksatif ringan yang mendukung relaksasi otot-otot pencernaan. Dalam wawancara dengan pedagang jamu di DIY, manfaat ini sering kali disebut sebagai alasan utama mengapa pelanggan memilih untuk mengonsumsinya (Jalil et al., 2021).
4. Menurunkan Kolesterol dan Menjaga Kesehatan Jantung
Senyawa polifenol yang terdapat dalam asam jawa diketahui memiliki peran dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kesehatan kardiovaskular (Chevallier, 2016).
Meningkatkan kekuatan sistem imun
6. Melawan Radikal Bebas dan Menghindari Penuaan Dini
Kombinasi kunyit dan asam jawa kaya akan antioksidan alami. Kandungan kurkumin, flavonoid, dan polifenol bekerja sinergis untuk melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel, penuaan dini, dan bahkan risiko kanker (Mulyani et al., 2014).
7. Menyeimbangkan Suasana Hati dan Emosi
Kurkumin diketahui dapat memengaruhi tingkat serotonin dan dopamin, dua hormon yang berperan penting dalam pengaturan suasana hati. Hal ini menjadikan jamu kunyit asam sebagai alternatif alami yang efektif untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan (Jane Beers, 2001).
8. Memperlancar Siklus Menstruasi dan Menjaga Kesehatan Rahim
Salah satu manfaat yang banyak diyakini oleh masyarakat adalah kemampuan jamu kunyit asam dalam memperlancar menstruasi. Dalam tinjauan etnomedisin yang dilakukan oleh Purnomo dalam buku Jamu Kunir Asem: Tinjauan Etnomedisin oleh Peramu Jamu Jawa di Yogyakarta. Jurnal Jamu Indonesia, banyak penjual jamu yang menyatakan bahwa minuman ini sangat membantu perempuan yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.
Jamu Kunyit Asam Mengandung Berbagai Bahan Alami
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Purnomo et al. (2021), jamu kunyit asam memiliki beberapa komponen utama yang sangat bermanfaat. Berikut adalah rincian kandungan tersebut:
- Kunyit (Curcuma domestica Val.) mengandung kurkumin, flavonoid, dan minyak atsiri yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta antibakteri.
- Asam Jawa (Tamarindus indica L.) kaya akan asam organik seperti asam tartarat dan asam sitrat, serta mengandung vitamin C, kalium, magnesium, dan polifenol.
- Gula Merah (dari nira kelapa atau aren) berfungsi sebagai pemanis alami dan juga sebagai sumber energi.
- Rempah Tambahan (Serai, Jahe, Cengkeh, Kapulaga, Jeruk Nipis, Kayu Manis, Kedawung, Pala) memberikan aroma yang khas, meningkatkan khasiat antiinflamasi dan antibakteri, serta membantu memperlancar pencernaan dan memperkaya rasa.
Cara Membuat Jamu Kunyit Asam
Menurut informasi dari laman pertanian.slemankab.go.id, berikut adalah resep dan langkah-langkah untuk membuat jamu kunyit asam:
- Bahan-bahan:250 gram rimpang kunyit segar
- 100 gram asam jawa
- 200 gram gula merah
- 2 batang serai (dimemarkan)
- 2 liter air matang
- Langkah-langkah:Kupas dan bersihkan rimpang kunyit, kemudian parut atau blender hingga halus.
- Rebus air bersama kunyit, asam jawa, gula merah, dan serai selama 30 hingga 40 menit dengan api sedang.
- Setelah mendidih dan mengeluarkan aroma yang harum, saring air rebusan menggunakan kain bersih.
- Biarkan dingin dan simpan dalam botol kaca yang tertutup. Jamu siap untuk diminum, baik disajikan hangat maupun dingin.
Catatan: Simpan dalam kulkas agar dapat bertahan selama 3 hingga 5 hari.