IDAI Ingatkan Orang Tua Teliti Label Makanan Anak karena Kandungan Gula Tersembunyi
Meskipun tampil dengan kemasan yang menarik dan klaim kesehatan, banyak produk makanan anak menyimpan kadar gula yang sering kali tidak terlihat.
Di balik kemasan yang menarik dan janji kesehatan, banyak produk makanan untuk anak-anak ternyata mengandung gula yang sering kali disamarkan. Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua untuk lebih waspada dengan memeriksa label makanan sebelum memberikannya kepada anak.
"Label adalah alat untuk proteksi atau melindungi anak-anak kita dari asupan makanan yang tidak sehat atau bikin mereka menjadi sakit secara perlahan-lahan. Kemudian dari sisi komposisi bahan di label itu, biasanya ada banyak tertulis di situ yang harus kita waspadai adalah kandungan gula terutama," ungkap Ketua IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso SpA Subsp.Kardio (K) dalam sebuah webinar pada Selasa (27/1).
Produk gula memiliki berbagai turunan yang semakin kompleks, sehingga sulit untuk dipahami. Oleh karena itu, penting untuk mencermati label pada produk pangan yang dikonsumsi.
Piprim juga mengingatkan bahwa gula yang sering disamarkan, serta produk turunan dari gula, dapat membuat makanan tergolong dalam ultraprocessed food (UPF) yang telah terbukti dapat menimbulkan berbagai penyakit.
"Di piramida yang terbaru dari Amerika Serikat, kita sudah melihat bagaimana ultraprocessed food ini menjadi jenis makanan yang perlu diwaspadai dan diberikan dengan hati-hati kepada anak-anak kita karena," kata Piprim, mengutip Antara.
Orangtua perlu mewaspadai klaim pangan yang menyatakan tanpa gula tambahan, total gula dalam produk pangan, serta klaim yang menyebutkan produk sebagai suplemen.
Pentingnya Periksa Label Makanan
Menurut Piprim, banyak masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak hingga remaja, seperti obesitas, sindrom metabolik, hipertensi, dislipidemia, dan kadar gula darah tinggi, dapat disebabkan oleh pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan label makanan yang dikonsumsi anak-anak sebagai salah satu langkah untuk melindungi mereka dari risiko penyakit yang dapat dicegah, yang dikenal sebagai lifestyle diseases.
"Memilih atau mencermati label makanan anak-anak kita adalah salah satu upaya kita semua, termasuk orang tua untuk melindungi anak-anak dari kemungkinan tertular, terdampak penyakit akibat gaya hidup atau lifestyle diseases yang sebetulnya bisa dicegah salah satunya dengan mencermati apa yang dikonsumsi oleh anak-anak kita," katanya.
Untuk itu, Piprim mengajak para orang tua untuk kembali memilih dan mengonsumsi makanan yang merupakan real food. "Tentu saja real food adalah yang terbaik supaya anak-anak kita tumbuh dengan sehat," tuturnya.
Dengan mengedepankan konsumsi makanan alami, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit yang dapat mengganggu pertumbuhan mereka. Kesadaran akan pentingnya pola makan sehat harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak dapat membentuk kebiasaan baik yang akan mereka bawa hingga dewasa.