Dua Pola Buang Air Besar: Kamu Tipe yang Mana? Ini Penjelasannya!
Pola buang air besar (BAB) setiap orang berbeda. Ada dua pola utama BAB yang perlu kamu ketahui: temporal dan lokasional. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
Setiap orang punya kebiasaan buang air besar (BAB) yang berbeda-beda. Ada yang selalu BAB di waktu yang sama setiap hari, ada juga yang hanya bisa BAB di tempat tertentu. Kebiasaan ini ternyata bisa dikelompokkan menjadi dua pola utama, lho!
Baru-baru ini, pengalaman pribadi saat mencari toilet umum memicu diskusi seru dengan teman-teman tentang topik ini. Saat kami berkeliling kota, mencari toilet umum, kami mulai membahas kebiasaan toilet kami masing-masing. Dari situ, muncul sebuah teori bahwa ada dua tipe orang berdasarkan pola BAB mereka.
Lantas, apa saja dua pola buang air besar tersebut? Bagaimana cara mengetahui kita termasuk tipe yang mana? Simak selengkapnya di bawah ini!
Dua Pola Utama Buang Air Besar (BAB)
Menurut Benjamin Levy, MD, seorang gastroenterolog dan rekan klinis kedokteran di University of Chicago, kebiasaan BAB setiap orang sangatlah personal. Setelah membaca ini, mungkin kamu langsung tahu termasuk tipe yang mana. Atau, mungkin kamu merasa relate dengan keduanya. Misalnya, kamu hanya bisa BAB di rumah, dan lebih spesifiknya, setelah minum kopi di pagi hari. Atau mungkin waktu dan tempat tidak relevan bagimu, dan kamu diberkati (atau dikutuk?) dengan fleksibilitas penuh.
Dua pola utama BAB tersebut adalah:
- Temporal Pooper (BAB Terjadwal): Tipe orang yang BAB di waktu yang sama setiap hari, seperti jam kerja. Entah itu saat bangun tidur, setelah makan malam, atau keduanya, itulah satu-satunya kesempatanmu.
- Locational Pooper (BAB Berdasarkan Lokasi): Bagi tipe ini, yang lebih penting daripada kapan mereka BAB adalah di mana. Dan karena alasan yang bisa dimengerti, kemungkinan besar di rumah. Tempat lain seperti toilet kantor, apartemen teman, atau toilet restoran kecil, adalah zona terlarang.
Kyle Staller, MD, MPH, gastroenterolog dan direktur Gastrointestinal Motility Laboratory di Mass General Hospital, menambahkan bahwa sistem pencernaan kita seringkali lebih menyukai waktu-waktu tertentu. Misalnya, sangat umum untuk BAB di pagi hari karena saat kita tidur, usus besar umumnya tenang. Dan saat kita bangun, usus besar mulai berkontraksi, memicu respons alami yang disebut refleks gastrokolika yang mendorong sisa-sisa makanan kemarin lebih dekat ke bagian belakang.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola BAB
Pola BAB yang teratur atau tidak teratur dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi frekuensi dan konsistensi BAB:
- Asupan Air: Dehidrasi dapat menyebabkan tinja mengeras dan BAB menjadi sulit. Konsumsi air yang cukup penting untuk menjaga konsistensi tinja yang ideal.
- Asupan Serat: Serat membantu menambah volume tinja dan mempermudah pengeluarannya. Kurangnya serat dapat menyebabkan sembelit.
- Pola Makan: Makanan tertentu, seperti makanan pedas atau kafein, dapat memengaruhi frekuensi BAB pada beberapa orang.
- Aktivitas Fisik: Olahraga teratur dapat merangsang pergerakan usus dan membantu mencegah sembelit.
- Usia: Frekuensi BAB dapat berubah seiring bertambahnya usia.
- Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis, seperti sindrom iritasi usus (IBS), penyakit Crohn, dan sembelit kronis, dapat secara signifikan memengaruhi pola BAB.
- Kondisi Psikologis: Stres dapat memengaruhi fungsi pencernaan dan menyebabkan perubahan pola BAB.
- Obat-obatan: Beberapa obat dapat menyebabkan sembelit atau diare sebagai efek samping.
- Refleks Gastrokolika: Pada bayi dan anak-anak, refleks gastrokolika yang kuat dapat menyebabkan BAB segera setelah makan. Ini adalah hal yang normal.
Tips Mengatasi Masalah BAB di Luar Kebiasaan
Jika kamu termasuk tipe temporal pooper dan melewatkan jadwal BAB-mu, jangan khawatir! Menurut Dr. Staller, BAB beberapa kali sehari atau hanya tiga kali seminggu masih dianggap normal. Namun, jika kamu merasa tidak nyaman karena "tertahan" selama beberapa jam atau bahkan seharian, berikut adalah beberapa cara aman dan lembut untuk memfasilitasi buang air besar di luar jadwal biasanya:
- Minum sesuatu yang hangat dan berkafein. Kafein adalah cara ampuh untuk merangsang peristaltik, kontraksi otot yang membantu mendorong tinja melalui saluran pencernaan. Jika sudah terlalu sore untuk memesan latte, secangkir teh herbal atau bahkan air panas biasa juga bisa membantu, karena suhu hangat itu sendiri cukup untuk mensimulasikan efek pencahar.
- Konsumsi makanan kaya serat. Seperti buah prune, kiwi hijau, pisang, dan beberapa kacang seperti almond atau pistachio. Menurut Dr. Levy, serat ini menambah volume tinja, membuatnya lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan.
- Minum banyak air. Jika kamu tidak minum cukup air (yang melumasi saluran pencernaanmu sehingga tinja dapat meluncur dengan mudah), tinja bisa menjadi kering, keras, dan lebih sulit dikeluarkan. Saran klasiknya adalah untuk minum delapan gelas sehari, tetapi bahkan hanya dengan menyimpan botol yang dapat diisi ulang di dekatmu dan minum lebih banyak secara sengaja akan membuat perbedaan.
- Lakukan kardio ringan. Berjalan-jalan. Joging singkat. Mungkin beberapa yoga yang menenangkan. Gerakan fisik yang lembut, bahkan selama 10 atau 15 menit, dapat mempercepat motilitas ususmu (seberapa cepat limbah bergerak melalui saluran pencernaanmu).
Cara Mengatasi Kecemasan BAB di Tempat Umum
Bagi para locational pooper, BAB di tempat umum bisa menjadi mimpi buruk. Kecemasan akan suara, bau, atau kebersihan toilet umum bisa menghambat keinginan untuk BAB. Namun, ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasi kecemasan ini:
- Gunakan earbud. Bahkan jika kamu tidak benar-benar sendirian, memasang lagu favoritmu setidaknya dapat menciptakan ilusi privasi. Entah kamu perlu mengisi keheningan atau mengalihkan perhatian dari kemungkinan cipratan atau kentut, sedikit Billie Eilish atau Ariana Grande secara teoritis dapat membantu locational pooper menjadi kurang sadar diri.
- Pilih bilik toilet secara strategis. Jika kamu berada di tempat kerja, pilih toilet di lantai yang berbeda dari rekan kerjamu, atau setidaknya pilih bilik yang paling jauh dari pintu masuk. Dengan cara ini, "kamu cenderung tidak bertemu dengan seseorang yang kamu kenal," jelas Dr. Levy, yang dapat membantumu merasa tidak terlalu paranoid tentang pertemuan yang canggung.
- Bawa perlengkapan sanitasi DIY sendiri. Jika kuman toilet umum membuat kulitmu merinding (dan keinginanmu untuk buang air besar menghilang), Dr. Levy merekomendasikan untuk membawa tisu Clorox portabel, pembersih tangan ukuran perjalanan, atau bahkan menggunakan penutup toilet yang dapat dibilas. Upaya ini mungkin tidak membunuh semua kuman pada permukaan yang sering disentuh, tetapi setidaknya akan membuat yang tidak dikenal terasa jauh lebih menjijikkan.
Intinya, kebiasaan BAB setiap orang itu unik dan tidak perlu dikhawatirkan. Tentu saja, jika kamu mengalami gejala yang lebih serius seperti nyeri kronis atau ketidaknyamanan, segera konsultasikan dengan dokter. BAB bukanlah sesuatu yang memalukan atau membuat malu. Diskusi tentang apakah kamu seorang locational atau temporal pooper adalah langkah kecil ke arah yang benar untuk menormalisasi topik ini.