Dokter Bedah Plastik Ingatkan Bahwa Sedot Lemak Bukan Cara Instan Turunkan Berat Badan
Banyak orang beranggapan sedot lemak bisa menurunkan berat badan secara instan, namun ternyata faktanya tidak demikian.
Upaya menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dengan cara instan, termasuk melalui operasi sedot lemak atau liposuction, demikian diingatkan oleh dr. Qori Haly, SpBP-RE, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi.
"Liposuction bukan cara yang instan untuk menurunkan berat badan, walaupun dengan menghilangkan beberapa lapisan lemak itu bisa mengurangi timbangan berat badan, tapi tujuan sebenarnya bukan itu," ujar dr. Qori dilansir dari Antara.
Sedot lemak, jelas dr. Qori, adalah prosedur pembedahan invasif yang bertujuan menghilangkan lapisan lemak di bawah kulit pada area tertentu. Prosedur ini lebih difokuskan pada pembentukan tubuh atau body contouring, bukan untuk menurunkan berat badan secara keseluruhan.
"Jadi jangan sampai semua meyakini liposuction untuk menurunkan berat badan, tapi liposuction semata adalah untuk membentuk tubuh atau bagian tubuh tertentu," tegasnya.
Dr. Qori menyarankan agar langkah-langkah konvensional seperti olahraga rutin dan pengaturan asupan makanan tetap menjadi pilihan utama dalam menurunkan berat badan. Hanya jika terdapat kelebihan lemak yang sulit dihilangkan meskipun sudah berolahraga dan menjaga pola makan, sedot lemak bisa dipertimbangkan sebagai solusi tambahan.
Namun demikian, dr. Qori mengingatkan bahwa meskipun operasi sedot lemak terlihat sederhana, prosedur ini memiliki berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun kinerja organ pasien.
Risiko tersebut bisa berasal dari efek pembiusan yang mungkin terjadi akibat reaksi antara obat bius dengan obat-obatan lain yang dikonsumsi pasien, serta risiko dari prosedur pembedahan itu sendiri. Oleh karena itu, dr. Qori menekankan pentingnya kejujuran pasien mengenai kondisi tubuh maupun obat-obatan yang dikonsumsi saat berkonsultasi dengan dokter sebelum operasi.
Lebih lanjut, dr. Qori menyebutkan beberapa risiko lain yang mungkin timbul akibat sedot lemak, seperti penumpukan cairan, infeksi, kebal rasa, dan alergi terhadap lidocaine. Risiko yang lebih serius meliputi kulit bergelombang, kerusakan jaringan lunak, jarum sedot lemak yang menembus rongga atau organ tubuh tertentu, emboli lemak, serta gangguan pada jantung dan ginjal.
"Risiko komplikasi itu akan semakin meningkat seiring bertambahnya atau meluasnya bidang operasi jadi ada beberapa bagian yang dilakukan tindakan yang meningkatkan risiko komplikasi," jelasnya.
Selain itu, dr. Qori menambahkan bahwa sedot lemak bukanlah solusi jangka panjang untuk pengelolaan berat badan. Pola hidup sehat, termasuk diet seimbang dan olahraga teratur, tetap menjadi kunci utama dalam menjaga berat badan yang ideal dan kesehatan secara keseluruhan. Prosedur sedot lemak sebaiknya dipandang sebagai tindakan tambahan yang dapat membantu membentuk tubuh setelah usaha keras melalui metode konvensional.