Sedot lemak atau liposuction menjadi salah satu jenis perawatan kecantikan yang diminati kaum hawa maupun adam. Sedot lemak sendiri merupakan prosedur bedah yang dilakukan untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan.
Sedot lemak digemari lantaran mampu menurunkan berat badan dalam waktu cepat. Tak heran minat masyarakat untuk melakukan perawatan ini tergolong tinggi meski cukup mahal.
Saat ini, biaya sedot lemak di Indonesia mulai dari Rp40.000.000 hingga di atas Rp70.000.000. Namun, Anda harus mempersiapkan dana lebih sekitar 20-30 persen untuk kebutuhan rawat inap.
Akan tetapi, untuk membentuk tubuh yang ideal diperlukan disiplin yang tinggi untuk menjaga pola makan dan istirahat secara teratur. Mengingat, terdapat risiko kesehatan yang tinggi dibalik operasi sedot lemak.
Berikut manfaat dan efek samping sedot lemak:
Melansir laman Alodokter, sedot lemak bermanfaat untuk memperbaiki bentuk wajah dan tubuh, seperti leher, perut, paha, pinggul, lutut, bokong hingga pergelangan kaki. Selain itu, sedot lemak juga dapat dilakukan untuk menangani kondisi kesehatan tertentu.
Akan tetapi, lemak yang dibuang pada prosedur ini adalah lemak yang berada di bawah kulit (lemak perifer), bukan lemak di sekeliling organ dalam (lemak viseral). Dengan ini, sedot lemak bukanlah prosedur yang disarankan untuk menurunkan berat badan.
Selain itu, sedot lemak memiliki komplikasi atau efek samping yang mungkin timbul akibat prosedur sedot lemak. Misalnya, pendarahan, permukaan kulit tidak rata, kerusakan saraf, pembuluh darah, dan organ dalam, hingga kematian.
Untuk itu, Anda disarankan melakukan operasi sedot lemak bersama dengan dokter profesional. Selain itu, Anda juga diharuskan untuk mengikuti saran dan petunjuk dokter sebelum dan setelah melakukan treatment sedot lemak.
Sebelumnya, nasib nahas menimpa Ella Nanda Sari Boru Hasibuan (30). Wanita muda asal Kota Medan, Sumatera Utara itu diduga meninggal dunia saat menjalani tindakan sedot lemak di sebuah klinik kecantikan di Kota Depok, Jawa Barat. Informasi yang beredar, klinik yang didatangi Ella adalah WSJ Beauty di kawasan Beji, Depok.
Kabar kematian Ella ramai di media sosial setelah seseorang bernama Okta Lia Boru Hasibuan mengaku kakak Ella menuturkan kronologi kejadian dan diunggah akun @temanpolisi.
Dari keterangan akun tersebut dituliskan bahwa korban pada Senin (22/7) berangkat dari Medan menuju Depok. Tujuannya adalah melakukan operasi sedot lemak di area lengan.
Polisi sedang mendalami kasus tersebut. Saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai kronologi kejadian kematian Ella. Polisi belum dapat memastikan mengenai kematian wanita muda tersebut