Diet yang Tidak Sehat dan Tidak Nyaman Justru Bisa Jadi Pemicu Terjadinya Stress Eating
Diet yang terlalu ketat dan tidak nyaman dapat memicu stres eating, berisiko pada gangguan psikologi dan kesehatan.
Diet sehat dan seimbang adalah kunci untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, banyak orang terjebak dalam pola pikir bahwa diet yang ketat dan tidak nyaman adalah solusi untuk mencapai berat badan ideal. Hal ini dapat berakibat fatal, bukan hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Dilansir dari Antara, menurut dokter spesialis gizi klinik dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK, menjalani diet yang tidak nyaman bisa menyebabkan risiko stres eating hingga gangguan psikologi.
Stres eating adalah kecenderungan seseorang untuk mengalihkan rasa stres dengan makan berlebihan. Dalam konteks ini, dr. Mulianah menjelaskan bahwa stres eating sering terjadi ketika seseorang merasa dietnya terlalu membatasi dan tidak menyenangkan. "Diet yang tidak nyaman salah satunya karena mengikuti teman, meskipun diri sendiri tidak menikmati jenis diet tersebut," ungkapnya saat ditemui di Jakarta.
Dalam artikel ini, kita akan membahas dampak diet tidak sehat dan tidak nyaman, serta bagaimana hal ini dapat berkontribusi pada stres eating dan gangguan psikologi. Mari kita simak lebih lanjut.
Dampak Fisik dari Diet Tidak Sehat
Diet yang tidak sehat dapat menyebabkan berbagai masalah fisik yang serius. Salah satu dampak paling signifikan adalah malnutrisi. Diet yang tidak seimbang sering kali mengakibatkan kekurangan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan protein. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:
- Kelemahan dan Gangguan Pertumbuhan: Terutama pada anak-anak, diet yang tidak memadai dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.
- Masalah Pencernaan: Kekurangan serat dalam diet dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit.
Selain itu, kelebihan atau kekurangan lemak juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Diet tinggi lemak jenuh dan trans dapat mengarah pada penyakit kardiovaskular, sedangkan kekurangan lemak sehat dapat mengganggu fungsi otak.
Dampak Mental dari Diet Tidak Sehat
Dampak mental dari diet yang tidak sehat sering kali diabaikan. Diet yang terlalu ketat dapat menyebabkan kekurangan energi, yang berdampak pada kelelahan dan sulit berkonsentrasi. Hal ini dapat mengganggu kualitas tidur dan memicu perubahan mood yang negatif.
Menurut dr. Mulianah, "Kalau orang terlalu restriktif diet, dietnya tidak nyaman, gap hunger atau gap trapping-nya jadi tinggi, sehingga hormon stres-nya jadi tinggi juga. Hormon stres relatifnya ke hormon lapar." Ketidakseimbangan ini dapat mengakibatkan penurunan prestasi belajar, terutama pada remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Dampak Imunitas dari Diet Tidak Sehat
Diet yang tidak sehat juga dapat melemahkan sistem imun. Malnutrisi akibat diet yang tidak seimbang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah pandemi yang menuntut kita untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal.
Dr. Mulianah menegaskan pentingnya perhatian terhadap pola makan. "Diet yang tidak nyaman ujung-ujungnya juga terjadi yang namanya imbalance nutrition, antara nutrisinya jadi terlalu kurang atau nutrisinya jadi kelebihan," jelasnya. Ketidakseimbangan ini dapat memperburuk kesehatan secara keseluruhan.
Risiko Gangguan Makan
Diet yang terlalu ketat dan tidak nyaman dapat memicu gangguan makan. Dr. Mulianah menjelaskan bahwa ketakutan melihat makanan dapat muncul akibat terlalu ketatnya diet. "Sering saya temukan pasien seperti ini, 'yah dok lagi stres jadi saya makan banyak deh, tidak apa-apa ya dok'. Jangan dinormalisasi karena itu bukan sesuatu yang baik untuk kesehatan," ujarnya.
Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa dapat berkembang dari pola makan yang ekstrem. Hal ini membutuhkan pendampingan dari profesional untuk mengatasi masalah psikologis yang mendasarinya.
Diet yang tidak sehat dan tidak nyaman dapat memiliki dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental. Penting untuk menyadari bahwa menjalani diet yang terlalu ketat dapat memicu stres eating dan berbagai gangguan psikologi. Oleh karena itu, jika Anda ingin menurunkan berat badan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter untuk membuat rencana diet yang aman dan efektif. Jangan pernah melakukan diet ekstrem tanpa pengawasan profesional, karena risikonya sangat besar.