9 Sayuran yang Jadi Lebih Sehat Setelah Dimasak Dibanding saat Mentah
Sejumlah sayuran perlu dimasak untuk memaksimalkan kandungan sehat di dalamnya.
Banyak orang menyatakan bahwa sejumlah sayuran lebih sehat dikonsumsi dalam kondisi mentah tanpa dimasak. Walau begitu, terdapat juga sayuran yang ternyata lebih sehat dikonsumsi saat sudah dalam kondisi matang.
9 Sayuran yang Jadi Lebih Sehat Setelah Dimasak Dibanding saat Mentah
Terdapat beragam cara pengolahan sayuran yang biasa kita kenal. Sayuran biasa direbus, dikukus, dibakar, atau bahkan dioseng untuk berbagai macam jenis masakan.Sejumlah cara memasak terbukti lebih sehat dan justru bisa mempertahankan manfaat kesehatan di dalamnya. Dilansir dari Reader Digest, berikut sejumlah sayuran yang lebih sehat saat dikonsumsi dalam kondisi matang.
Asparagus
Sayuran ini memiliki nutrisi penting yang terkandung dalam dinding selnya. Ketika dimasak, dinding sel asparagus hancur, membebaskan vitamin A, B9, C, dan E yang lebih mudah diserap tubuh.
Jamur
Jamur kaya dengan kandungan antioksidan ergotionein yang dilepaskan saat dimasak. Antioksidan membantu melawan "radikal bebas" yang bisa merusak sel-sel kita dan mempercepat penuaan.
Bayam
Bayam kaya kandungan nutrisi seperti zat besi, magnesium, kalsium, dan seng. Sayangnya, nutrisi-nutrisi ini lebih mudah diserap setelah dimasak. Panas membantu melepaskan kalsium yang terikat, memperkaya serapan oleh tubuh.
Tomat
Likopen, antioksidan penting dalam tomat, meningkat secara signifikan saat dimasak. Meskipun kandungan vitamin C sedikit berkurang, likopen justru meningkat lebih dari 50 persen dalam waktu 30 menit setelah dimasak.
Wortel
Beta-karoten, yang berubah menjadi vitamin A, lebih melimpah dalam wortel yang dimasak. Memasaknya dengan kulit dapat menggandakan kekuatan antioksidannya.
Brassica
Brokoli, kembang kol, dan kubis brussel, yang masuk dalam kelompok Brassica, mengandung senyawa perlawanan kanker yang aktif saat sayuran ini dikukus. Proses mengiris brokoli sebelum dimasak dan menunggunya selama minimal 40 menit memastikan senyawa perlawanan kanker aktif.
Paprika
Sama seperti tomat, antioksidan penting dalam paprika lebih mudah diserap setelah dipanaskan. Namun, perlu diingat bahwa vitamin C bisa hilang jika direbus atau dikukus.
Buncis
Buncis memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi setelah dipanggang, dipanaskan dalam microwave, dibakar, atau digoreng dibandingkan saat direbus atau dimasak dengan panci presto.
Kale
Mengukus kale secara ringan mematikan enzim yang bisa menghambat tubuh memanfaatkan yodium yang diperlukan kelenjar tiroid untuk mengatur metabolisme.
Mengolah sayuran memang memiliki trik tersendiri. Suhu tinggi, waktu memasak lama, dan banyaknya air dapat membuat nutrisi hilang. Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C dan sebagian besar vitamin B adalah yang paling rentan hilang saat dimasak karena larut ke dalam air rebusan.
Solusinya adalah memasak dengan sedikit air atau menggunakan teknik lain seperti dikukus atau dipanggang. Jika ada air rebusan yang tersisa, manfaatkanlah untuk sup atau saus karena di dalamnya terdapat nutrisi yang larut yang bermanfaat bagi tubuh.