Usai Lawatan Global, Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Kertanegara Bahas Hasil Kunjungan
Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat terbatas di Kertanegara setelah menuntaskan lawatan global, mengulas beragam capaian diplomasi Indonesia dan hasil penting dari kunjungannya.
Presiden Prabowo Subianto segera menggelar rapat terbatas di kediamannya, Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat sore. Rapat ini dilakukan tak lama setelah ia kembali ke Tanah Air dari serangkaian lawatan kenegaraan yang padat. Pertemuan penting ini melibatkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas agenda strategis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tiba di Jakarta pada Jumat pagi setelah kunjungan luar negeri. Lawatan tersebut meliputi Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan Uni Emirat Arab, membawa sejumlah hasil diplomasi dan kesepakatan penting bagi Indonesia. Rapat ini menjadi forum utama untuk mengkoordinasikan langkah selanjutnya.
Rapat terbatas yang berlangsung tertutup ini dijadwalkan menjelang waktu berbuka puasa dan akan dilanjutkan setelahnya. Fokus utama pembahasan adalah evaluasi dan tindak lanjut dari berbagai kesepakatan serta isu-isu global yang telah dibahas selama perjalanan Presiden Prabowo di empat negara tersebut.
Agenda Rapat Terbatas di Kertanegara
Presiden Prabowo Subianto memilih Kertanegara sebagai lokasi rapat terbatas usai kepulangannya dari lawatan kenegaraan. Pertemuan ini menunjukkan komitmen Presiden untuk segera menindaklanjuti hasil-hasil kunjungan globalnya. Keterlibatan para menteri Kabinet Merah Putih menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, rapat ini bersifat tertutup dan berlangsung pada Jumat sore. Diskusi intensif dilakukan untuk memastikan semua capaian diplomasi dapat diimplementasikan secara efektif. Hal ini termasuk pembahasan mengenai kesepakatan dagang, investasi, dan isu perdamaian global.
Rapat terbatas ini dijadwalkan berlangsung hingga waktu berbuka puasa dan akan dilanjutkan kembali setelahnya. Keputusan untuk segera mengadakan rapat menunjukkan urgensi Presiden dalam mengawal implementasi hasil lawatan. Ini juga mencerminkan gaya kepemimpinan yang responsif terhadap dinamika internasional.
Hasil Kunjungan Presiden Prabowo ke Amerika Serikat
Lawatan Presiden Prabowo dimulai dengan kunjungan ke Amerika Serikat pada 19-21 Februari 2026. Di sana, ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace perdana di Washington DC. Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap terwujudnya perdamaian di Palestina dalam forum penting ini.
Setelah KTT, Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kedua kepala negara membahas kesepakatan tarif timbal balik atau resiprokal, yang telah lama menjadi topik perundingan. Ini merupakan langkah signifikan dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Hasil dari pertemuan tersebut adalah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang sangat menguntungkan Indonesia. Melalui ART ini, Indonesia mendapatkan tarif nol persen untuk 1.819 produk nasional di pasar AS. Produk-produk unggulan seperti sawit, kopi, kakao, serta komponen elektronik termasuk dalam daftar ini, membuka peluang ekspor yang lebih besar.
Kesepakatan Investasi di Inggris dan Misi Perdamaian di Yordania
Perjalanan Presiden Prabowo berlanjut ke London, Inggris, pada Senin, 23 Februari. Di sana, ia menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited. Kesepakatan ini diharapkan dapat menarik investasi dan memperkuat sektor teknologi di Indonesia.
Selanjutnya, pada Rabu, 25 Februari, Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Militer Marka, Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah. Kunjungan ini memiliki fokus utama pada isu perdamaian regional dan global. Ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional.
Di Yordania, Kepala Negara mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II. Pembahasan mencakup masalah perdamaian di Palestina, keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian, serta insiden-insiden yang terjadi di wilayah Tepi Barat. Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi damai di Timur Tengah.
Mempererat Kemitraan Strategis dengan Uni Emirat Arab
Rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo diakhiri dengan lawatan ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis, 26 Februari. Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Pertemuan ini menjadi penutup dari perjalanan diplomasi yang intensif.
Kunjungan ke UEA bertujuan untuk mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan negara tersebut. Hubungan kedua negara telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, mencakup berbagai sektor seperti ekonomi, investasi, dan energi. Penguatan kemitraan ini diharapkan membawa manfaat ekonomi dan politik yang signifikan.
Pertemuan dengan Presiden MBZ menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk terus bekerja sama dalam berbagai bidang. Ini juga menjadi platform untuk membahas peluang-peluang baru guna meningkatkan volume perdagangan dan investasi. Kemitraan strategis ini penting bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Sumber: AntaraNews