Serah Terima Kawal Istana Merdeka: Atraksi Baru Paspampres Mirip Guard Mounting Buckingham
Rasakan kemegahan Serah Terima Kawal Istana Merdeka, atraksi baru Paspampres yang kini terbuka untuk umum setiap Minggu pagi, mengingatkan pada guard mounting Buckingham. Prosesi ini menjadi daya tarik wisata baru di pusat Jakarta.
Istana Merdeka kini menghadirkan atraksi baru yang dapat dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan setiap akhir pekan. Atraksi ini berupa upacara pergantian pasukan jaga atau guard mounting, yang dinamakan Serah Terima Kawal Istana Merdeka. Prosesi ini dapat disaksikan setiap hari Minggu, pukul 08.00 WIB, di area pusat Jakarta.
Kegiatan rutin di lingkungan Istana ini sebelumnya digelar secara tertutup dan sederhana. Namun, terhitung sejak awal Februari 2026, Serah Terima Kawal Istana Merdeka dibuka untuk umum. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung aksi pasukan jaga dan pasukan berkuda Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Para prajurit Paspampres tampil dengan seragam lengkap, dihiasi detail tenun keemasan pada bagian pinggang dan kerah. Aksi baris-berbaris, pemeriksaan kelengkapan, termasuk pengecekan senjata, serta parade pasukan di depan Istana Merdeka ini mirip dengan tradisi guard mounting di Istana Buckingham, London, Inggris. Atraksi ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang membanggakan bagi Indonesia.
Kemegahan Serah Terima Kawal Istana Merdeka untuk Rakyat
Serah Terima Kawal Istana Merdeka menandai perubahan signifikan dalam tradisi Istana. Sebelumnya, prosesi ini hanya dapat disaksikan oleh kalangan terbatas, namun kini telah dibuka lebar untuk publik. Pembukaan ini bertujuan untuk mendekatkan Istana sebagai simbol negara dengan rakyat Indonesia. Masyarakat dapat merasakan langsung atmosfer kemegahan dan disiplin para prajurit Paspampres.
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha menjelaskan bahwa Serah Terima Kawal Istana Merdeka adalah simbol kesinambungan tugas pengamanan. Selain itu, prosesi ini juga menjadi simbol kehormatan negara yang harus dijaga secara profesional dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya upacara ini bagi kedaulatan dan martabat bangsa.
Rangkaian prosesi mencakup laporan dan penghormatan kepada komandan komplek (danplek) Istana Merdeka. Ada juga laporan dan penghormatan antara dinas jaga yang lama dengan dinas jaga yang baru. Atraksi ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga wujud dari dedikasi tinggi para prajurit.
Detail Prosesi dan Pasukan yang Terlibat
Prosesi Serah Terima Kawal Istana Merdeka memiliki rangkaian yang kaya dan terstruktur. Selain laporan dan penghormatan, terdapat atraksi kuda yang memukau, kolone senapan, dan pengecekan senjata. Puncak dari prosesi ini adalah serah terima Bendera Kawal Istana, yang melambangkan peralihan tanggung jawab pengamanan. Setiap detail dalam upacara ini dirancang untuk menunjukkan profesionalisme dan kesigapan Paspampres.
Total prajurit yang bertugas dalam prosesi ini mencapai 27 orang. Mereka berasal dari berbagai kesatuan Paspampres yang memiliki peran spesifik. Pasukan Kawal Istana (Walis) dari Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) Paspampres menjadi inti dari pasukan jaga. Kehadiran mereka memastikan keamanan dan ketertiban selama prosesi berlangsung.
Selain itu, pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri (Yonkav) Paspampres turut memeriahkan acara dengan atraksi mereka. Satuan Musik dari Detasemen Musik (Densik) Paspampres juga memberikan iringan musik yang menambah kekhidmatan suasana. Komandan posko dan komandan komplek Istana Merdeka berperan sebagai pemimpin upacara dan penanggung jawab wilayah pengamanan. Selama acara, pasukan khusus pengamanan juga bertugas memastikan prosesi berjalan tertib, aman, lancar, dan khidmat.
Interaksi Paspampres dengan Masyarakat
Setelah seluruh rangkaian upacara Serah Terima Kawal Istana Merdeka selesai, masyarakat memiliki kesempatan istimewa. Mereka dapat menyapa pasukan jaga dan berfoto bersama para prajurit Paspampres. Momen ini menjadi kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan pengawal presiden.
Mayjen Edwin Adrian Sumantha menyatakan bahwa sesi foto bersama masyarakat adalah wujud kedekatan antara Paspampres dengan rakyat. Ini juga merupakan refleksi semangat kebangsaan terhadap Istana, yang merupakan kebanggaan rakyat Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ikatan antara aparat keamanan dan warga negara.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda. Mereka dapat melihat langsung disiplin dan dedikasi para prajurit dalam menjalankan tugas negara. Dengan demikian, Serah Terima Kawal Istana Merdeka menjadi lebih dari sekadar upacara, melainkan sebuah pengalaman kebangsaan yang berharga.
Sumber: AntaraNews