Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal, Ajak Bersatu dalam Munajat Keselamatan Bangsa
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, menyerukan persatuan dan munajat keselamatan bangsa di tengah berbagai tantangan. Acara ini menjadi bukti komitmen pemeri
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara pengukuhan dan perkenalan (ta'aruf) pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2) pagi. Acara penting ini mengangkat tema "Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa", yang menekankan pentingnya persatuan di tengah kondisi bangsa. Kehadiran Presiden Prabowo menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap peran ulama dalam membimbing masyarakat.
Kedatangan Presiden Prabowo di lokasi acara sekitar pukul 10.00 WIB didampingi oleh sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Acara ini menjadi momen strategis untuk mempererat silaturahmi antara pemimpin negara dan tokoh agama. Puluhan ribu jamaah telah memadati area Masjid Istiqlal sejak pagi hari, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Setelah tiba, Presiden Prabowo, yang didampingi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, langsung menyalami jajaran pimpinan MUI satu per satu. Momen ini mencerminkan penghormatan pemerintah terhadap para ulama dan peran sentral mereka dalam kehidupan berbangsa. Kehadiran berbagai tokoh nasional turut memperkuat suasana kebersamaan dalam acara tersebut.
Kehadiran Presiden dan Tokoh Penting
Presiden Prabowo Subianto tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 10.00 WIB, didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap Majelis Ulama Indonesia. Mereka turut serta dalam acara pengukuhan yang khidmat dan penuh makna.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga didampingi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Di barisan depan tempat para pimpinan MUI, terlihat pula Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla, yang menambah daftar tokoh penting yang hadir. Momen ini menjadi ajang silaturahmi antara berbagai elemen pimpinan negara dan tokoh masyarakat.
Presiden Prabowo kemudian duduk diapit oleh Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid. Nusron Wahid, yang juga merupakan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, berperan sebagai ketua panitia acara. Kehadiran dan posisi duduk para tokoh ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
Munajat untuk Keselamatan Bangsa
Nusron Wahid, selaku ketua panitia, melaporkan bahwa acara di Masjid Istiqlal pagi ini dihadiri oleh lebih dari 58.000 orang. Peserta berasal dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk perwakilan pengurus Majelis Ulama Indonesia se-Jabodetabek, pengurus pondok pesantren, dan majelis taklim se-Jabodetabek. Jumlah kehadiran yang masif ini menunjukkan besarnya dukungan umat terhadap kegiatan keagamaan dan kebangsaan.
Nusron menekankan bahwa acara ini bukan sekadar silaturahmi atau seremoni biasa, melainkan juga menjadi momen untuk berdoa bersama. Doa ini sangat relevan di tengah situasi bangsa yang sedang menghadapi berbagai ujian, seperti bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah Indonesia. Ini adalah upaya kolektif untuk memohon keselamatan dan perlindungan.
“Dalam kondisi seperti ini, bangsa Indonesia membutuhkan penguatan spiritual, kebersamaan, serta kepedulian sosial,” kata Nusron dalam kesempatan terpisah. Ia menambahkan bahwa “Doa Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa menjadi ikhtiar batiniah sekaligus pesan persatuan dan empati bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana.” Pesan ini menggarisbawahi pentingnya solidaritas sosial.
Antusiasme Jamaah di Istiqlal
Puluhan ribu jamaah peserta acara telah memadati kompleks Masjid Istiqlal Jakarta sejak pukul 07.00 WIB, bahkan sebagian di antaranya sudah hadir sejak waktu Subuh. Antusiasme ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap Majelis Ulama Indonesia serta ajakan untuk munajat bersama. Mereka datang dari berbagai penjuru Jabodetabek untuk turut serta dalam acara bersejarah ini.
Mayoritas jamaah di Masjid Istiqlal mengenakan pakaian muslim serba putih, menciptakan pemandangan yang seragam dan khidmat. Mereka menempati ruang ibadah utama Masjid Istiqlal hingga ke ruang ibadah di lantai empat dan lima, menunjukkan kapasitas masjid yang luar biasa. Kepatuhan dan ketertiban jamaah dalam mengikuti acara patut diapresiasi.
Sumber: AntaraNews