Prabowo Tegaskan Tidak Antikritik, Sindir Propaganda seperti Strategi Hitler
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya tidak antikritik.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintahannya tidak antikritik. Dia mengklaim suka mendapatkan kritik sebagai upaya membuat pemerintah lebih waspada.
"Kita tidak antikritik. Kita malah suka kritik, kritik membantu kita, membuat kita lebih aware, lebih waspada. Jadi kritik itu bagus menurut saya," kata Prabowo saat sambutan di agenda Sarasehan Ekonomi, di Jakarta, Selasa (8/4).
Namun, dia menyoroti propaganda-propaganda negatif yang terus berulang dilakukan pihak tertentu. Prabowo mengutip buku the art of propaganda yang salah satu isinya mengenai kebohongan yang diulangi terus menerus, perlahan akan dipercaya sebagai sebuah kebenaran.
Propaganda Keahlian Hitler
Prabowo menyinggung, Teknik propaganda ini merupakan keahlian dari Adolf Hitler dan Joseph Goebbles, sang master propaganda Nazi dalam mempengaruhi masyarakat di era perang dunia 2.
"Umpamanya ada yang dengan keras yakin bahwa matahari tidak terbit dari timur, matahari terbit dari barat. Karena dia ngomong 500 kali, 1.000 kali matahari dari barat, jangan-jangan ada Sebagian rakyat kita yang percaya matahari terbit dari barat. Itu adalah ilmu propaganda, itu ada di buku semua. Itu keahlian Hitler dan Joseph Goebbels," ujar dia.
"Kalau kebohongan diulangi berkali-kali dan terus menerus, lama-lama orang percaya dengan kebohongan. Itu ada di buku the art of propaganda. Dan itu kita pelajari, semua negara pelajari," sambung Prabowo.
Mantan Menhan ini menyatakan, bila ada program yang dilakukan tidak sesuai harapan, maka pemerintah bisa memberikan penjelasan kepada rakyat.
"Tapi kalau suatu program untuk menciptakan kondisi yang tidak rasional, 'ah ini harus terus diadakan istilahnya klarifikasi dan penjelasan'," tegas Prabowo.