Pidato 20 Menit Prabowo di PBB Ditutup dengan Salam Lintas Agama, Simbol Persatuan Dunia
Presiden Prabowo menutup pidatonya di Sidang Umum PBB dengan salam lintas agama, menegaskan komitmen Indonesia pada persaudaraan global dan perdamaian dunia.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyampaikan pidato pentingnya di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diselenggarakan di New York. Pidato yang berlangsung sekitar 20 menit ini menarik perhatian dunia dengan pesan kuat yang disampaikannya.
Momen puncak pidato Prabowo di PBB adalah penutupannya yang unik dan penuh makna, yaitu dengan mengucapkan salam lintas agama. Aksi ini sontak memantik tepuk tangan meriah dari para delegasi dunia yang hadir di forum internasional tersebut.
Penutupan pidato dengan salam lintas agama ini menjadi simbol kuat dari komitmen Indonesia terhadap persatuan dalam keberagaman global. Prabowo secara eksplisit menyampaikan "Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Budaya," diikuti doa untuk perdamaian universal.
Pesan Persatuan Lintas Agama di Panggung Dunia
Sesaat sebelum mengakhiri pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya persaudaraan lintas agama sebagai fondasi utama dalam menjaga perdamaian dunia. Ia menekankan bahwa keberagaman keyakinan seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Prabowo secara lugas menyatakan bahwa bangsa Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, serta penganut semua keyakinan, harus mampu hidup berdampingan. Mereka semua adalah bagian dari satu keluarga besar umat manusia yang harus saling menghormati perbedaan.
Penekanan pada saling menghormati perbedaan ini bertujuan untuk mewujudkan harmoni dan masa depan yang damai bagi seluruh umat manusia. Visi ini sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang dianut oleh Indonesia, yaitu persatuan dalam keberagaman.
Pesan Prabowo di PBB ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Hal ini juga menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi global untuk isu-isu kemanusiaan.
Komitmen Indonesia untuk Mewujudkan Perdamaian Global
Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen teguh Indonesia untuk menjadi bagian integral dalam mewujudkan visi perdamaian dan persaudaraan dunia. Indonesia siap berkontribusi aktif dalam upaya-upaya global untuk menciptakan stabilitas.
Ia mengakui bahwa gagasan perdamaian dan persaudaraan global mungkin terdengar seperti mimpi yang muluk. Namun, Prabowo menegaskan bahwa "mimpi indah tersebut harus diperjuangkan bersama" oleh seluruh elemen masyarakat internasional.
Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh pemimpin dunia untuk melanjutkan "perjalanan penuh harapan umat manusia". Perjalanan ini, menurutnya, telah dimulai oleh para pendahulu dan harus dituntaskan oleh generasi sekarang demi masa depan yang lebih baik.
Ucapan inspiratif tersebut menjadi penutup rangkaian pidato Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin dunia. Pidato ini mencerminkan aspirasi Indonesia untuk menjadi agen perdamaian yang signifikan di kancah global.
Sumber: AntaraNews