PDIP Tegaskan Kemanusiaan di Atas Kalkulasi Elektoral Politik
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan prinsip **kemanusiaan di atas kalkulasi elektoral** politik saat peresmian klinik di Sukabumi, menunjukkan komitmen partai pada rakyat.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa identitas partai banteng moncong putih bukan sekadar alat pemenangan pemilu. Bagi PDI Perjuangan, nilai kemanusiaan selalu ditempatkan jauh di atas segala bentuk kalkulasi urusan elektoral politik. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya saat peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu, 25 Januari.
Peresmian klinik tersebut merupakan bagian integral dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan. Hasto menekankan bahwa ketika ada pihak yang menghambat gerakan kemanusiaan, mereka tidak memahami makna hakiki dari kemanusiaan itu sendiri. Ia menambahkan bahwa selama rakyat menderita, partai memiliki kewajiban untuk selalu hadir di tengah-tengah mereka.
Komitmen terhadap kemanusiaan yang melampaui kepentingan elektoral ini telah menjadi pijakan utama PDI Perjuangan dalam berbagai kesempatan. Hal ini menunjukkan bahwa partai berupaya konsisten dalam menjalankan misi sosialnya, terlepas dari peta politik atau hasil pemilihan di suatu daerah.
Komitmen Kemanusiaan PDIP Melampaui Elektoral
Hasto Kristiyanto secara tegas menyatakan bahwa suara kemanusiaan berbicara jauh di atas hitung-hitungan urusan elektoral politik. Menurutnya, jika ada pihak yang menghambat gerakan kemanusiaan, mereka tidak memahami esensi sejati dari nilai tersebut. PDI Perjuangan berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, terutama saat rakyat mengalami penderitaan.
Komitmen ini terlihat jelas dari tindakan PDI Perjuangan yang mengirimkan bantuan ambulans, dokter, hingga perawat ke daerah-daerah yang dilanda bencana. Contohnya adalah bantuan yang disalurkan ke Aceh dan Sumatera Barat, meskipun PDI Perjuangan bukan merupakan partai pemenang di wilayah-wilayah tersebut. Ini membuktikan bahwa pelayanan kemanusiaan tidak dibatasi oleh preferensi politik lokal.
Hasto juga mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan mengenai sejarah panjang partai yang menunjukkan ketangguhan luar biasa. Partai ini mampu menghadapi berbagai badai politik karena keberaniannya untuk selalu berdiri bersama rakyat. Solidaritas dengan masyarakat menjadi fondasi utama kekuatan dan daya tahan PDI Perjuangan.
"Satyam Eva Jayate" sebagai Benteng Moral Partai
Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan mengusung tema penting, yaitu Satyam Eva Jayate, yang memiliki makna "kebenaran pasti menang". Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan merupakan komitmen moral yang kuat bagi setiap kader partai. Pesan ini secara khusus disampaikan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kepada seluruh jajaran partai.
Megawati Soekarnoputri menyampaikan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-53 ini harus menggambarkan suatu perisai moral dan benteng moral. Hal ini bertujuan agar PDI Perjuangan dapat terus berjuang menegakkan kebenaran dalam setiap langkahnya. Pesan ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas dan prinsip dalam berpolitik.
Kebenaran yang diperjuangkan oleh PDI Perjuangan memiliki beberapa dimensi fundamental. Kebenaran tersebut meliputi kebenaran ideologis yang menjadi dasar partai, kebenaran berdasarkan jalan konstitusi yang sah, kebenaran pada jalan hukum yang berkeadilan, serta kebenaran yang bersumber dari mandat aspirasi rakyat Indonesia. Ini menunjukkan komitmen partai pada prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan.
Klinik Waluya Sejati Abadi: Wujud Politik Kesehatan Progresif
Terkait peresmian Klinik Waluya Sejati Abadi, Hasto Kristiyanto menyebutnya sebagai perwujudan nyata dari politik kesehatan yang progresif. Klinik ini, yang dihidupkan kembali setelah sempat vakum selama 15 tahun, menjadi simbol komitmen PDI Perjuangan terhadap kesejahteraan masyarakat. Keberadaan klinik ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan.
Kesehatan rakyat merupakan syarat mutlak bagi kemajuan Indonesia sebagai sebuah bangsa. Oleh karena itu, Hasto menekankan bahwa klinik ini harus mampu melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial mereka. Prinsip pelayanan tanpa diskriminasi menjadi landasan utama operasional klinik ini, memastikan akses kesehatan yang merata.
Hasto menjelaskan bahwa kehadiran klinik ini akan menjadi bagian dari "tangan kiri" partai untuk bersikap progresif dalam menyelamatkan rakyat. Sementara itu, "tangan kanan" partai adalah manajemen pelayanan yang tulus tanpa diskriminasi. Di Klinik Waluya Sejati Abadi, masyarakat tidak akan ditanya mengenai kekayaan mereka, melainkan akan ditanya mengenai penyakit yang diderita.
Sumber: AntaraNews