Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, secara resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Jawa Barat pada Minggu (07/12) di Bandung. Dalam kesempatan penting tersebut, Hasto menyoroti mendesaknya implementasi politik lingkungan. Ia menekankan perlunya kesadaran kolektif untuk menjaga keberlangsungan hidup di tengah ancaman bencana ekologi.
Penekanan ini muncul sebagai respons terhadap serangkaian bencana ekologi yang belakangan melanda berbagai daerah di Indonesia. Menurut Hasto, kejadian-kejadian tersebut merupakan indikasi nyata dari kurangnya penegakan hukum yang berkeadilan. Oleh karena itu, tema Konferda "Sabilulungan Ngarawat Bumi" dinilai sangat relevan dan tepat waktu.
Hasto mengajak seluruh kader PDIP, khususnya di Jawa Barat, untuk menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap gerak perjuangan partai. Ia menegaskan bahwa politik lingkungan bukan sekadar program semata, melainkan sebuah kesadaran mendalam untuk merawat pertiwi demi masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Hasto Kristiyanto dengan tegas menyatakan bahwa bencana ekologi yang terjadi di berbagai wilayah disebabkan oleh ketiadaan penegakan hukum yang berkeadilan. Pernyataan ini disampaikan saat ia membuka Konferda DPD PDIP Jawa Barat. Ia menggarisbawahi pentingnya politik lingkungan sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan hidup bangsa.
“Bencana ekologi ini muncul karena tiadanya penegakan hukum yang berkeadilan,” kata Hasto dalam pidatonya. Ia mengingatkan bahwa politik lingkungan jauh melampaui sekadar program partai. Ini adalah sebuah kesadaran kolektif yang harus diinternalisasi oleh setiap individu.
Tema Konferda “Sabilulungan Ngarawat Bumi” diapresiasi tinggi oleh Hasto. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Tema ini mengingatkan seluruh kader akan makna kehidupan yang harus dimulai dari merawat bumi pertiwi.
Advertisement
Advertisement
Dalam kesempatan yang sama, Hasto juga menyampaikan pesan penting dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Megawati mengingatkan seluruh kader untuk tidak pernah meninggalkan sejarah perjuangan, sebuah prinsip yang dikenal dengan istilah Jasmerah (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah). Pesan ini bertujuan untuk menjaga spirit ideologis partai tetap membara.
Hasto menjelaskan bahwa perjuangan masa kini harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satu bentuk tindakan konkret tersebut adalah menjaga kelestarian lingkungan. Ia meyakini, dengan merawat bumi secara sungguh-sungguh, alam akan memberikan timbal balik positif.
“Kalau kita rajin merawat bumi ini, maka keyakinan Bung Karno dan Ibu Mega, alam pun akan mencintai kita,” ujarnya. Pesan ini menjadi motivasi bagi kader PDIP untuk menjadikan perawatan lingkungan sebagai bagian integral dari setiap kebijakan dan program.
Advertisement
Advertisement
Hasto Kristiyanto juga mengingatkan kader PDIP untuk mewaspadai dan menghindari watak political-industrial complex. Ia mengkritisi kecenderungan beberapa aktor politik yang menjadikan bencana sebagai komoditas elektoral. Menurutnya, praktik semacam ini merusak esensi sejati dari politik.
“Kita melakukan koreksi terhadap watak political-industrial complex, di mana sekarang bencana saja dijadikan elektoral, saudara-saudara sekalian. Kasih bantuan saja dicoba dibawa untuk dikonversikan secara elektoral,” ucapnya. Hasto menekankan bahwa politik seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan elektoral semata.
Ia menilai, kaburnya batas antara kekuatan industri dan politik menjadi tantangan serius dalam dunia politik kontemporer. Hasto menegaskan bahwa “politik ini bukan persoalan elektoral.” Politik adalah tentang pengabdian dan perjuangan untuk kesejahteraan rakyat serta kelestarian lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Di tengah penekanan pada politik lingkungan, Hasto Kristiyanto juga mengapresiasi semangat gotong royong kader PDIP Jawa Barat. Mereka telah berhasil mengumpulkan donasi senilai Rp1 miliar untuk membantu korban banjir di wilayah utara Sumatera. Inisiatif ini menunjukkan komitmen partai terhadap kemanusiaan.
“Ini akan kita pakai untuk operasi Laksamana Malahayati,” tutur Hasto. Donasi ini merupakan bukti nyata dari kepedulian dan solidaritas kader PDIP terhadap sesama. Ini juga sejalan dengan semangat partai untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Tindakan gotong royong ini menjadi contoh konkret bagaimana PDIP menerjemahkan nilai-nilai perjuangan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bagaimana partai berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.
Advertisement
Sumber: AntaraNews