Mulyadi Gerindra Sindir Ahok Depan Dirut Pertamina: Teriak-Teriak di Luar, Tapi Gaji dan Fasilitas Menikmati
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Mulyadi menyindir kegaduhan yang dilakukan mantan Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Jajaran Direksi Pertamina rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (11/3). Salah satu yang menjadi sorotan yakni kasus korupsi di Pertamina Patra Niaga.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Mulyadi menyindir kegaduhan yang dilakukan mantan Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Dia heran, Mantan komisaris Pertamina justru teriak-teriak ada korupsi di saat kasus tersebut telah diungkap oleh penegak hukum.
“Karena saya kira kalau ada mantan komisaris, teriak-teriak di luar bahwa itu bisa dilaksanakan dari dulu, saya justru mempertanyakan,” ujar Mulyadi di depan Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri saat rapat di DPR.
Ahok Cari Panggung?
Di sisi lain, komisaris tersebut justru menikmati fasilitas dan gaji selama menjabat sebagai salah satu petinggi di Pertamina. Hal ini yang membuat Mulyadi bertanya-tanya, kenapa tidak dari dulu kasus ini diungkap.
“Mereka menikmati tidak itu fasilitas dan gaji sebagi komisaris? Nah itu dia, tapi kenapa teriak-teriak? Padahal di UU Perseroan Terbatas, komisaris itu tugasnya memagari dan mengamankan kepentingan pemegang saham,” tegas Mulyadi.
Dia pun heran dengan perilaku yang ditunjukkan oleh Ahok. Terlebih, selama menjadi komisaris menikmati fasilitas dan gaji dari Pertamina.
“Orang cuma cari panggung atau apa? Tapi fasilitas dan gaji dan seterusnya dia terima,” terang dia.
Perang pada Mafia Migas
Dalam rapat itu, Mulyadi juga bercerita saat dirinya bertugas di Komisi VII DPR periode 2009-2014. Dia sudah mencurigai adanya mafia dalam tata kelola Migas di Indonesia.
"Saya mensinyalir terindikasi ada mafia migas. Lalu saya cetuskan tata kekola harus dilakukan revolusi energi. Alhamdulillah hari ini indikasi mafia terbukti. Bahkan ada kolaborasi internal dan eksterna," terang Mulyadi.
Mulyadi juga menekankan dukungannya kepada Dirut Pertamina yang baru menjabat tiga bulan lalu untuk melakukan bersih-bersih para mafia di internal Pertamina. Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah menabuh genderang perang.
"Genderang perang itu sudah dipukul oleh presiden untuk membersihkan negara ini, maka kita semua harus mendukung Pertamina," jelas dia.