Ahok Tak Tahu Korupsi Pertamax Oplosan, Dasco: Tugas Komisaris Terima Laporan dan Hasil Audit

"Saya pikir, sebagai komisaris itu kan kemudian menerima laporan-laporan," kata Dasco.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Ahok Tak Tahu Korupsi Pertamax Oplosan, Dasco: Tugas Komisaris Terima Laporan dan Hasil Audit
Ahok Tak Tahu Korupsi Pertamax Oplosan, Dasco: Tugas Komisaris Terima Laporan dan Hasil Audit (Merdeka.com)

Mantan Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku kaget adanya penyimpangan di dalam perusahaan. Karena, selama dirinya menjabat di perusahaan plat merah tersebut selalu bagus kinerjanya.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, jika seorang komisaris menerima laporan-laporan serta hasil audit.

"Saya pikir, sebagai komisaris itu kan kemudian menerima laporan-laporan, kemudian hasil audit yang sudah dilakukan," kata Dasco di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/3).

Selain itu, Ketua Harian Partai Gerindra ini ingin agar adanya pengecekan ulang kembali terkait bagaimana waktu saat proses pemeriksaan hingga audit.

"Nah tentunya keadaan kondisi yang ada seperti sekarang ini tentunya kita harus kemudian cek lagi, bagaimana pada waktu proses pemeriksaannya, bagaimana proses auditnya, kalau memang terjadi unsur-unsur yang sekarang terjadi," ujarnya.

Mantan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku kaget ada penyimpangan di dalam perusahaan. Apalagi kinerja Pertamina dalam laporan, dikatakannya selalu bagus waktu dia menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan pelat merah tersebut.

Hal ini dikatakannya usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan terkait kasus korupsi Pertamina.

"Kita itu hanya memonitoring dari RKAP. Nah itu kan untung rugi-untung rugi, kebetulan kinerja," kata Ahok kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (13/3).

"Jadi kebetulan kinerja Pertamina kan bagus terus, selama saya di sana. Jadi kita enggak tahu tuh, ternyata di bawah ada apa, kita enggak tahu," sambungnya.

Dalam pemeriksaan selama hampir delapan jam tersebut, dirinya pun menyampaikan kepada Korps Adhyaksa soal rekaman selama rapat saat dia masih menjabat.

Sehingga, ia pun menyarankan Kejaksaan Agung untuk meminta semua rekaman itu kepada pihak Pertamina.

"Jadi saya minta data, saya cuma sampaikan agenda rapat kita terekam, tercatat. Silakan di Kejaksaan Agung untuk meminta dari Pertamina. Nah, saya sendiri sampaikan bahwa ini ya sebatas itu kita tahu lah, tentu saya sampai kepada kejaksaan penyidik, intinya saya mau membantu mana yang kurang," ujarnya.

"Nanti setelah dia dapat data-data dari Pertamina setelah mereka pelajarin, semua rapat kan kita ada rekaman, ada catatan. Nanti kalau butuh saya lagi, ya saya datang lagi lah," tambahnya.

Rekomendasi