Misteri Terhentinya Proyek Strategis: Legislator Jambi Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung
Legislator Jambi mendesak percepatan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung yang strategis, terhenti setelah Rp222 miliar APBN digelontorkan. Apa dampaknya bagi ekonomi daerah?
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi secara aktif mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung. Proyek ini dinilai krusial sebagai penunjang utama kegiatan ekspor sumber daya alam (SDA) dari wilayah tersebut.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, pada Selasa di Jambi, menegaskan pentingnya memiliki pelabuhan yang representatif. Menurutnya, Ujung Jabung adalah lokasi yang sangat tepat mengingat keberadaannya langsung di alur pelayaran internasional.
Posisi geografis Jambi yang berada di tengah Pulau Sumatera memberikan keuntungan strategis yang besar. Pelabuhan Ujung Jabung sendiri masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) satu, berhadapan langsung dengan Laut Cina Selatan dan jalur perairan internasional Selat Malaka.
Urgensi dan Potensi Strategis Pelabuhan Ujung Jabung
Pelabuhan Ujung Jabung memiliki potensi besar untuk mengubah lanskap ekonomi Provinsi Jambi. Lokasinya yang berada di jalur pelayaran internasional menjadikan pelabuhan ini sangat strategis untuk kegiatan ekspor dan impor.
Saat ini, sebagian besar ekspor hasil Sumber Daya Alam (SDA) Jambi masih harus memanfaatkan pelabuhan di luar Jambi, seperti Pelabuhan Teluk Bayur di Sumatera Barat. Kondisi ini secara langsung mengakibatkan penurunan signifikan pada royalti dan pendapatan asli daerah (PAD) Jambi.
Ivan Wirata menekankan bahwa keberadaan pelabuhan yang memadai di Jambi akan mengoptimalkan pendapatan daerah. Hal ini juga akan memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk-produk Jambi di pasar global.
Selain itu, Pelabuhan Ujung Jabung juga strategis sebagai penyangga wilayah lain. Wilayah seperti Rengat di Riau dan Musi Banyuasin di Sumatera Selatan, yang memiliki potensi SDA serupa, dapat memanfaatkan pelabuhan ini untuk kegiatan ekspor mereka.
Kendala dan Upaya Lanjutan Pembangunan Pelabuhan
Meskipun memiliki potensi besar, pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung saat ini terhenti. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, namun belum ada pergerakan signifikan.
Kawasan industri di Kemingking, Kabupaten Muaro Jambi, yang juga merupakan bagian dari PSN, belum menunjukkan aktivitas yang berarti. Keterkaitan antara pelabuhan dan kawasan industri ini sangat erat, di mana pelabuhan akan menjadi gerbang utama bagi produk-produk dari kawasan industri tersebut.
Ivan Wirata mendesak Gubernur Jambi dan anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi untuk mengupayakan kelanjutan pembangunan. Ia berharap dukungan politik anggaran dari APBN dapat menghidupkan kembali proyek vital ini.
Gubernur Jambi, Al Haris, telah memastikan bahwa kelanjutan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) telah diambil alih oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hingga kini, APBN telah menggelontorkan dana sebesar Rp222 miliar untuk pembangunan pelabuhan tersebut.
Saat ini, Kemenhub tengah berupaya mencari pihak ketiga atau swasta yang tertarik untuk melanjutkan pembangunan. Pemerintah berharap adanya investasi dari sektor swasta dapat mempercepat penyelesaian proyek ini, demi kemajuan ekonomi regional dan nasional.
Sumber: AntaraNews