Legislator NTB Janji Bangun Rumah Singgah Bima-Dompu dan Siapkan Ambulans Gratis di Mataram
Anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, berkomitmen membangun Rumah Singgah Bima-Dompu dan menyediakan ambulans gratis di Mataram untuk meringankan beban warga yang berobat, serta memperjuangkan aspirasi pendidikan dan infrastruktur.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB), Muhammad Aminurlah, menyampaikan janji penting kepada konstituennya. Ia berencana membangun fasilitas Rumah Singgah Bima-Dompu dan menyediakan satu unit ambulans khusus bagi warga Bima dan Dompu yang membutuhkan perawatan medis di Kota Mataram. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Aminurlah saat menjalani masa reses di sejumlah desa di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, pada Rabu (05/11).
Janji tersebut muncul dari keprihatinan mendalam Aminurlah terhadap kondisi masyarakat. Banyak keluarga pasien dari Bima dan Dompu yang harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa tempat tinggal sementara di Mataram selama proses pengobatan. Kesulitan ini seringkali menambah beban finansial bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan kesehatan.
Melalui inisiatif ini, Aji Maman, sapaan akrabnya, berharap dapat memberikan solusi konkret bagi permasalahan tersebut. Rumah singgah ini diharapkan dapat menyediakan akomodasi yang nyaman dan gratis. Sementara itu, ambulans akan mempermudah akses transportasi medis bagi warga yang membutuhkan rujukan ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB di Mataram.
Komitmen Kesehatan untuk Warga Bima-Dompu
Muhammad Aminurlah, legislator dari Dapil VI yang meliputi Bima, Kota Bima, dan Dompu, menegaskan keseriusannya dalam memperhatikan nasib rakyat, khususnya di bidang kesehatan. Ia mengaku sangat prihatin melihat kesulitan yang dialami keluarga pasien dari Bima-Dompu saat dirujuk ke RSUP NTB di Mataram. Biaya sewa kos yang tidak sedikit menjadi penghalang bagi banyak keluarga.
Untuk mengatasi masalah ini, Aminurlah berjanji untuk segera merealisasikan pembangunan Rumah Singgah Bima-Dompu. Fasilitas ini akan menjadi tempat tinggal sementara yang gratis bagi keluarga pasien, sehingga mereka tidak perlu lagi khawatir soal akomodasi. Selain itu, penyediaan satu unit mobil ambulans juga menjadi prioritas untuk membantu mobilitas pasien.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima selama tiga periode ini menambahkan bahwa sebelum rumah singgah terealisasi, ia siap membantu masyarakat secara pribadi. "Sebelum rumah singgah dibangun, kalau ada keluarga dari Bima yang dirujuk ke RSUP Mataram, kabari saja saya. Insya Allah saya bantu," tegasnya, menunjukkan komitmen personalnya.
Prioritas Pendidikan dan Bantuan Mahasiswa
Selain fokus pada sektor kesehatan, Aji Maman juga menunjukkan perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Ia menyadari pentingnya dukungan bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Oleh karena itu, ia siap memberikan bantuan transportasi bagi mahasiswa asal Bima yang sedang berkuliah di Kota Mataram.
Bantuan ini khususnya akan diberikan saat mereka hendak pulang kampung selama liburan. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban finansial mahasiswa dan keluarga mereka. Dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari upaya Aminurlah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah pemilihannya.
Menyerap Aspirasi Masyarakat di Berbagai Wilayah
Selama kegiatan reses, Muhammad Aminurlah tidak hanya menyampaikan janji, tetapi juga aktif menyerap berbagai aspirasi prioritas dari masyarakat. Di Kecamatan Wawo, ia mengunjungi delapan desa, yaitu Kambilo, Kombo, Raba, Tarwali, Maria, Maria Utara, Ntori, dan Pesa. Setiap desa memiliki program prioritas pembangunan di bidang pertanian, pendidikan, dan keagamaan.
Aspirasi yang disampaikan masyarakat meliputi perbaikan jalan kuburan (TPU), rabat jalan usaha tani, bantuan sarana olahraga, pengadaan benang tenun, sumur bor dalam, hingga revitalisasi rumah adat Uma Lengge. "Semua aspirasi ini akan saya perjuangkan melalui APBD NTB tahun 2026," janji Aminurlah, memberikan harapan kepada warga.
Selain di Kecamatan Wawo, reses juga dilakukan di Desa Talapiti, Kecamatan Ambalawi, serta Desa Nangawera dan Wora, Kecamatan Wera. Di Desa Talapiti, masyarakat berharap adanya perbaikan aliran sungai yang kerap meluap saat musim hujan. Sementara di Nangawera dan Wora, warga mengusulkan penanganan sungai dan sejumlah infrastruktur dasar dengan alokasi anggaran bervariasi antara Rp200 juta hingga Rp600 juta per desa. "Saya akan perjuangkan sekuat tenaga supaya aspirasi masyarakat ini benar-benar diwujudkan," katanya.
Sumber: AntaraNews