Pemkab Tana Tidung Genjot Kesiapan SDM Kesehatan RSUD Akhmad Berahim, Siap Layani Masyarakat
Pemkab Tana Tidung serius mempersiapkan SDM Kesehatan RSUD Akhmad Berahim yang kini naik kelas madya, termasuk menyekolahkan dokter spesialis dan merekrut PTT, demi pelayanan prima.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakatnya. Fokus utama saat ini adalah persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim.
Langkah strategis ini diambil menyusul peningkatan status RSUD Akhmad Berahim yang kini masuk kategori madya, menjadikannya salah satu dari 15 RSUD madya di wilayah Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) di Indonesia. Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menegaskan bahwa persiapan SDM, termasuk perawat, bidan, dan dokter spesialis, menjadi prioritas utama.
Peningkatan kelas RSUD ini menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari segi fasilitas maupun tenaga medis yang kompeten. Pemkab Tana Tidung berupaya keras agar RSUD Akhmad Berahim dapat memberikan pelayanan medis terbaik dan optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peningkatan Kelas dan Strategi Pemenuhan SDM Kesehatan RSUD Akhmad Berahim
RSUD Akhmad Berahim telah menorehkan prestasi dengan naik kelas menjadi RSUD madya, sebuah capaian signifikan yang kemungkinan menjadikannya salah satu yang tertinggi di Kalimantan Utara, hanya satu tingkat di bawah RSUD dr. Jusuf SK di Tarakan. Peningkatan status ini secara otomatis meningkatkan ekspektasi terhadap kualitas layanan dan ketersediaan tenaga medis profesional.
Bupati Ibrahim Ali menekankan pentingnya kesiapan SDM, terutama dokter spesialis, untuk menunjang operasional rumah sakit yang telah berinvestasi ratusan miliar. "PR kita itu bagaimana menyiapkan SDM yang fokus di bidang kesehatan, bicara tentang perawat, bidan dan dokter spesialisnya," kata Ibrahim Ali.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Tana Tidung telah mengambil langkah proaktif dengan menyekolahkan para dokter spesialis. "Saat ini saya sudah sekolahkan semua dokter spesialis itu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di seluruh Indonesia," ungkap Bupati Ibrahim Ali.
Upaya ini bertujuan memastikan bahwa saat bangunan RSUD Akhmad Berahim selesai dan diserahterimakan sebagai hibah dari Kementerian Kesehatan kepada Pemkab Tana Tidung, SDM yang dibutuhkan sudah tersedia. "Tidak ada alasan kami untuk tidak siap, karena sayang bangunan gedung yang sudah dibangun ratusan miliar, tapi kita tidak siap dengan SDM," tegasnya.
Antisipasi Kekurangan Tenaga Medis dan Progres Pembangunan RSUD Akhmad Berahim
Meskipun telah menyekolahkan dokter spesialis, Pemkab Tana Tidung juga telah menyiapkan rencana kontingensi. Jika pendidikan para dokter spesialis belum rampung saat RSUD beroperasi penuh, Pemkab akan mengontrak dokter-dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau dokter magang. Rencana ini melibatkan penjajakan kerja sama dengan kampus-kampus negeri di seluruh Indonesia untuk program magang dokter spesialis.
Selain fokus pada SDM, pembangunan fisik RSUD Akhmad Berahim juga terus menunjukkan progres yang signifikan. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan Bupati Ibrahim Ali beberapa waktu lalu, pengerjaan bangunan telah mencapai 61,75% tanpa adanya deviasi.
Pembangunan RSUD Akhmad Berahim dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) WIKA dan Waskita Karya di kawasan Sesayap. "Kata PPTK mereka optimis akan menyelesaikan pekerjaan fisiknya sesuai dengan kontrak yang berakhir pada 16 Desember 2025. Pekerjaan itu sesuai dengan kontrak sebesar Rp164 miliar, tapi itu soal infrastruktur saja," jelas Ibrahim Ali, menunjukkan optimisme terhadap penyelesaian proyek tepat waktu.
Sumber: AntaraNews