Korem 102/Panju Panjung Siapkan Lahan untuk Pembangunan Yonif TP 923 Mentaya di Kotim
Persiapan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya di Kotawaringin Timur telah dimulai. Korem 102/Panju Panjung memastikan lahan seluas 75 hektare ini bebas sengketa dan merupakan aset resmi TNI.
Korem 102/Panju Panjung secara resmi memulai tahapan persiapan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya. Langkah awal ini ditandai dengan pemasangan patok dan pengukuran batas area di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 18, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut dilakukan pada Jumat, 9 Mei, sebagai bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperkuat pertahanan.
Mayor Chk. M Gunawan, selaku Kakum Korem 102/Panju Panjung, menjelaskan bahwa pengukuran ini memastikan aset TNI yang akan digunakan untuk markas Yonif TP 923/Mentaya. Proses ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari kecamatan, kelurahan, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kehadiran berbagai instansi ini menunjukkan komitmen untuk transparansi dan legalitas dalam proses persiapan lahan.
Yonif TP 923/Mentaya sendiri telah menugaskan ratusan prajuritnya di Kotawaringin Timur sejak 13 Maret 2025. Saat ini, para prajurit tersebut sementara menempati Gedung Expo Sampit milik pemerintah daerah. Mereka akan bertugas di sana hingga pembangunan markas batalyon selesai sepenuhnya, menegaskan peran vital satuan ini dalam menjaga kedaulatan dan mendukung pembangunan daerah.
Persiapan Lahan dan Pengukuran Batas Markas Yonif TP 923 Mentaya
Pemasangan patok dan pengukuran batas area menjadi langkah fundamental dalam pembangunan markas Yonif TP 923/Mentaya. Proses ini dilakukan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman kilometer 18, Sampit, Kotawaringin Timur. Kakum Korem 102/Panju Panjung Mayor Chk. M Gunawan menegaskan bahwa pengukuran ini merupakan tahapan awal yang penting.
Korem 102/Panju Panjung memastikan bahwa lokasi yang diukur merupakan aset resmi TNI. Total lahan yang disiapkan untuk pembangunan ini mencapai sekitar 75 hektare. Setelah seluruh tahapan pengukuran dan pematokan selesai, pembangunan fisik markas akan segera dilaksanakan sesuai program pemerintah pusat.
Kehadiran perwakilan kecamatan, kelurahan, dan BPN dalam kegiatan ini menunjukkan koordinasi yang kuat antar lembaga. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Persiapan lahan yang matang adalah kunci kelancaran proyek strategis ini.
Penegasan Status Lahan Bebas Sengketa
Korem 102/Panju Panjung secara tegas membantah adanya sengketa lahan pada area pembangunan Yonif TP 923/Mentaya. Mayor Chk. M Gunawan menyatakan bahwa lokasi yang diukur tidak bersinggungan dengan objek yang digugat oleh Kelompok Tani Karya Baru 18. Penegasan ini penting untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat terkait rencana pembangunan.
Berdasarkan hasil pengukuran dan pematokan, batas lahan pembangunan telah sesuai dengan dokumen resmi yang dimiliki TNI. Area yang disiapkan untuk markas batalyon memiliki arah dan lokasi yang berbeda dari objek perkara sengketa sebelumnya. Korem telah melakukan verifikasi menyeluruh untuk memastikan keabsahan lahan ini.
Selain verifikasi dokumen, Korem 102/Panju Panjung juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat. Hasilnya, tidak ditemukan klaim masyarakat terhadap lokasi yang akan digunakan. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses persiapan berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan hukum di masa mendatang.
Peran Strategis Yonif TP 923/Mentaya dan Tahapan Selanjutnya
Yonif TP 923/Mentaya merupakan bagian dari program strategis nasional yang memiliki fungsi ganda. Satuan ini dirancang tidak hanya untuk menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga sebagai akselerator pembangunan di daerah Kotawaringin Timur. Kehadiran batalyon ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas dan kemajuan wilayah.
Ratusan prajurit Yonif TP 923/Mentaya telah berada di Kotawaringin Timur sejak Maret 2025. Mereka sementara waktu menempati Gedung Expo Sampit, menunggu selesainya pembangunan markas permanen. Penempatan sementara ini menunjukkan kesiapan operasional satuan meskipun fasilitas utama masih dalam tahap pembangunan.
Setelah tahapan pengukuran dan pematokan lahan seluas 75 hektare ini rampung, proses pembangunan fisik markas akan segera dilanjutkan. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur pertahanan di berbagai wilayah. Pembangunan Yonif TP 923/Mentaya diharapkan dapat segera terealisasi untuk mendukung tugas-tugas strategisnya.
Sumber: AntaraNews