Jawaban Santai Jokowi Dianggap Cawe-Cawe Endorse Amran Sulaiman jadi Calon Ketum PPP
Nama Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dikait-kaitkan dengan nama Amran Sulaiman yang masuk dalam bursa calon ketua umum (ketum) PPP.
Nama Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dikait-kaitkan dengan salah satu nama yang masuk dalam bursa calon ketua umum (ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Amran Sulaiman. Namun kabar tersebut dibantah Jokowi.
"Ya semua nama baik, itu kan urusan internal PPP," ujar Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara No 01, Solo, Rabu (28/5).
Disinggung kabar beredar bahwa dirinya memberikan dorongan dan dukungan kepada Amran, mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo enggan menyampaikan.
"Semua calon baik, semua baik," kilahnya.
Demikian juga saat ditanyakan terkait kredibilitas Manteri Pertanian itu, Jokowi melontarkan jawaban yang sama.
"Semua baik, semua calon baik, hehehe," tukasnya.
Jokowi juga enggan menanggapi saat ditanyakan ketua umum yang ideal bagi partai berlambang Ka'bah itu. Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengaku akan mendukung semua calon ketua umum yang akan maju.
"Itu internal PPP jangan ditanyakan ke saya. Semuanya saya dukung," pungkasnya.
Rommy Pilih Amran Karena Arahan Jokowi
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan PPP M. Romahurmuziy alias Rommy, nama Menteri Pertanian Amran Sulaiman masuk radar calon ketua umum PPP kian menguat setelah dirinya berdiskusi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Saya memang menyampaikan sejumlah nama, dan sepengetahuan Pak Jokowi, dari nama-nama tersebut, Pak Amran adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan PPP di 2029 mendatang. Tentu ini tak terlepas dari pengetahuan pak Jokowi, bahwa pak Amran adalah menteri kabinetnya pada periode pertama," kata Rommy.
Rommy mengaku, sudah berteman baik dengan Amran selama hampir dua dekade terakhir ini. Hal ini menjadi alasan bagi dirinya mempertimbangkan Amran sebagai salah satu kandidat ketua umum PPP.
Namun, Amran masih mempertimbangkan tawaran maju menjadi calon ketua umum PPP. Sebab, Amran merasa masih sibuk dengan tugasnya sebagai menteri di pemerintah Prabowo Subianto.
"Itu pun saya butuh berkali-kali meyakinkan beliau untuk bersedia maju, sampai saya harus ke Makassar meyakinkan beliau. Sampai saat ini pun, pak Amran masih wait and see. Murni disebabkan kesibukan beliau yang memiliki beban berat sebagai tulang punggung program kedaulatan pangan pemerintah," pungkas dia.