Golkar Gelar Roadshow Kader Muda di 3 Provinsi di Pulau Jawa
Wakil Ketua DPP AMPI, Muhammad Arief Rosyid Hasan, menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah dialog serta mendengarkan masukan.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) telah melaksanakan silaturahmi dan roadshow kader muda di tiga provinsi penting, yaitu Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 6 Agustus ini bertujuan untuk memperkuat kaderisasi Partai Golkar dengan melibatkan aktivis dari berbagai organisasi kemahasiswaan.
Dalam rangka roadshow tersebut, AMPI turut serta mengundang aktivis Cipayung yang telah menjadi bagian dari Partai Golkar, termasuk mantan Ketua Umum PB HMI 2013–2015, Muhammad Arief Rosyid Hasan, mantan Ketua DPP GMNI 2017–2019, Robaytullah Kusuma Jaya, mantan Ketua PP GMKI 2020–2024, Jefri Gultom, dan sejumlah mantan ketua organisasi mahasiswa lainnya.
Wakil Ketua DPP AMPI, Muhammad Arief Rosyid Hasan, menyatakan bahwa acara ini lebih berfokus pada dialog dan mendengarkan masukan dari kader di daerah.
"Kami datang untuk lebih banyak mendengar—apa saja masukan dan kerja-kerja konkret dari teman-teman di daerah. Saya senang ketika Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Sholeh, menyampaikan pandangannya. Kalau bicara aktivis 'log-in' ke partai, Jawa Tengah ini bisa jadi contoh terbaik," ungkap Arief.
Arief, yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan TKN Fanta dalam kampanye nasional Prabowo-Gibran, berpendapat bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam politik elektoral. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan kepada pemilih muda yang harus dilakukan jauh sebelum pemilu dilaksanakan.
"Generasi muda tidak mudah didekati, apalagi diintervensi. Mereka kritis dan selektif. Proses pengorganisasiannya harus dimulai sejak dini. Saat kampanye kemarin, kontribusi mereka luar biasa. Bahkan Pak Prabowo mengakui mayoritas suara berasal dari anak muda," tegasnya.
Sambutan dari daerah ini
Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Sholeh, mengungkapkan bahwa partainya kini bersikap terbuka untuk menerima aktivis dari berbagai latar belakang. Ia juga memperkenalkan program sosial bernama GAS (Ganti Sepatu Siswa), yang bertujuan untuk mendistribusikan seribu pasang sepatu kepada siswa SD dan SMP.
"Pengurus Golkar saat ini harus fleksibel, mampu beradaptasi, dan tidak terjebak dalam cara-cara lama. Peta politik di Jawa Tengah memang penuh tantangan, tetapi hal itu menjadi alasan untuk memperkuat kaderisasi," tegas Sholeh.
Di Yogyakarta, Ketua DPD I Partai Golkar, Singgih Januratmoko, menekankan pentingnya membangun budaya politik yang transparan dan jujur.
"Di Golkar, kami menjaga kepercayaan. Jika sudah terpilih, maka harus melaksanakan tugas dengan baik. Berbeda dengan tempat lain, di mana sering kali hasil pemilihan bisa dibatalkan begitu saja," ujar Singgih.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa seharusnya dilibatkan dalam dunia politik sebagai mitra, bukan sebagai lawan.
"Jika generasi muda tidak terlibat dalam politik, maka bangsa ini tidak akan maju. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian," katanya.
Di Jawa Timur, rombongan diterima oleh Ketua Pratama Partai Golkar Jatim, yang berpendapat bahwa aktivis memiliki idealisme dan semangat yang dapat mendorong kebijakan publik.
"Saluran terbaik bagi para aktivis adalah bergabung dengan partai, sehingga mereka dapat mempengaruhi kebijakan secara langsung. Golkar tidak eksklusif. Kami ingin menjadi wadah bagi berbagai kekuatan sipil," tegasnya.
Roadshow diakhiri di Kota Pasuruan, di mana Walikota Pasuruan sekaligus Ketua Harian DPD Golkar Jatim, Adi Wibowo, mengajak aktivis muda untuk memperkuat basis kaderisasi partai.
"Golkar adalah partai yang paling terbuka. Siapa pun, tanpa memandang latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk membesarkan partai ini," ungkap Adi.