Gerindra Bocorkan Raja Kecil yang Risih dan Melawan Kebijakan Prabowo
Raja kecil ini sempat disinggung dalam pidato Prabowo di Kongres Muslimat NU, Surabaya, Senin (10/2) kemarin.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Dahnil Anzar Simanjuntak akui, merasakan ada raja-raja kecil yang risih dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Raja kecil ini sempat disinggung dalam pidato Prabowo di Kongres Muslimat NU, Surabaya, Senin (10/2) kemarin.
Menurut Dahnil, raja kecil tersebut, adalah pihak yang turut menjegal kebijakan Prabowo.
"Upaya menjegal kebijakan Presiden @prabowo oleh ‘raja-raja kecil’ seperti yang disampaikan Presiden, memang terasa," kata Dahnil di akun X, @Dahnilanzar, Selasa (11/2).
Jalan Perubahan Tak Mudah
Dahnil mengungkapkan, kebijakan efisiensi Prabowo banyak mendapat perlawanan secara halus dan diganggu demi mereka mendapat keuntungan.
"Kebijakan institusionalisasi baru demi efisiensi dan efektivitas program Presiden pun secara halus banyak dijegal dan dipreteli oleh mereka yang merasa kehilangan potensi rente, diganggu agar gagal dan lain-lain," kata Dahnil.
Meski hal ini tidak mudah, Dahnil meyakini masih banyak pejabat yang ingin melakukan perbaikan.
"Memang jalan menuju perbaikan dan perubahan tidak mudah, namun saya yakin masih banyak birokrat yang ingin perbaikan," pungkas Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji itu.
Sindiran Prabowo
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan soal efisiensi anggaran demi menjalankan sejumlah program prioritasnya. Salah satunya, program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, kata Prabowo, kebijakan ini mendapatkan perlawanan. Prabowo enggan menyebut siapa sosok yang tidak mendukung kebijakan efisiensi anggaran tersebut.
Menurut Prabowo, sosok itu merasa sudah kebal hukum. Merasa memiliki kuasa untuk menolak kebijakan Kepala Negara.
“Dalam birokrasi merasa sudah kebal hukum, merasa sudah menjadi raja kecil, ada,” ucap Prabowo.
Hemat Uang untuk Rakyat
Prabowo menegaskan, tujuan dirinya melakukan efisiensi anggaran adalah untuk memberikan makan gratis kepada anak-anak Indonesia. Sehingga seluruh anggaran perjalanan dinas keluar negeri kementerian dan lembaga dipangkas.
“Saya mau menghemat uang-uang itu untuk rakyat, untuk memberi makan untuk anak-anak rakyat,” tegasnya.
Prabowo menyebut, penghematan anggaran itu juga untuk memperbaiki 330.000 sekolah di Tanah Air.
Menurutnya, anggaran pendidikan yang dialokasikan saat ini hanya cukup memperbaiki 20.000 sekolah.
“Berapa tahun kita mau selesaikan 330.000 sekolah? Karena itu, perjalanan dinas, perjalanan ke luar negeri dikurangi. Kau boleh melawan Prabowo tapi nanti kau lawan emak-emak itu semua itu. Bandel, ndablek,” ujar Prabowo.
“Nggak usah ke luar negeri, 5 tahun nggak usah ke luar negeri kalau perlu. Yang perlu keluar negeri yang tugas. Tugas ke luar negeri tugas belajar boleh, tugas untuk atas nama negara boleh. Jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan pakai uang sendiri,” sambung Prabowo.