Zulhas Peringatkan Pejabat Lampung Selatan: Awas, Jangan Main Proyek
Ia mewanti-wanti para pejabat Lampung Selatan agar tak ada lagi main proyek atau praktik titip-menitip.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan seluruh proyek pembangunan yang berjalan di Lampung Selatan harus transparan dan bebas dari praktik titip-menitip.
Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada Seremonial Jetski dari Merak ke Bakauheni dalam rangka HUT ke-69 Lampung Selatan, Jumat (14/11/2025).
“Ayo kita kerjasama bareng-bareng. Saya sudah minta Egi (Bupati Lampung Selatan), jangan main-main proyek. Awas, saya sudah kapok, jangan lagi main-main proyek,” kata Zulhas.
Ia menyoroti peran penting Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Selatan dan meminta agar laporan terkait proyek disampaikan langsung kepadanya.
“Mana sekda? Sekda mana? Sekda saya perintahkan, kalau ada apa-apa lapor saya. Tidak boleh dan tidak ada yang nitip-nitip. Mau adik, keluarga, saudara, saya umumkan terbuka tidak ada yang boleh titip-titip proyek. Enggak ada yang titip-titip,” tegasnya.
Zulhas menyatakan akan mendukung Sekda jika berani menjalankan tugas secara benar.
“Kalau ada Pak Sekda, saya justru akan mengangkat kamu, kamu lapor saya. Kalau enggak ada yang berani negor Bupati, kalau saya berani negor Bupati,” ujarnya.
Sejumlah Proyek Prioritas Bakal Dibangun
Zulhas menjelaskan, dalam waktu dekat beberapa proyek akan dibangun di Lampung Selatan, termasuk Sekolah Unggulan Garuda di Kalianda serta Sekolah Rakyat. Proyek Sekolah Rakyat disebutkan sebagai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Harusnya tahun ini, tetapi lahannya belum siap. Tahun depan kita akan bangun juga Sekolah Rakyat di sini yang dibangun khusus perintah Bapak Presiden Pak Prabowo,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga akan membangun gudang Bulog untuk menjaga stabilitas harga gabah dan jagung, sekaligus mempermudah serapan hasil panen petani.
“Insyaallah mulai awal tahun juga akan dibangun di sini, di Lampung Selatan gudang Bulog agar nanti Lampung Selatan gabah jagung tidak mengalami kesulitan soal harga,” ujarnya.
Selain gudang Bulog, fasilitas pengering (dryer) juga akan disiapkan untuk mendukung proses pascapanen dan mengurangi risiko kerusakan hasil panen.
Zulhas turut mengungkapkan bahwa ia telah meminta PT Perkebunan Nusantara (PTPN) membangun pabrik pakan dengan nilai investasi hampir Rp1 triliun di Lampung Selatan.
Pabrik tersebut akan mendukung pengembangan peternakan lokal serta pasokan untuk program makan bergizi gratis (MBG).
“Sehingga kita tidak hanya tergantung kepada satu perusahaan, dua perusahaan yang kadang-kadang mengambil untungnya terlalu banyak. Jadi Insyaallah Lampung Selatan semakin hari akan semakin baik,” kata Zulhas.