YPMAK Berdayakan Ekonomi Masyarakat Mimika Melalui Program Pokja Kampung
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) secara konsisten berdayakan ekonomi masyarakat di Mimika melalui Program Kelompok Kerja (Pokja) Kampung. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi suku-suku asli Papua.
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Mimika, Papua. Sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, YPMAK aktif menjalankan Program Kelompok Kerja (Pokja) Kampung. Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.
Kepala Divisi Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang khusus. Tujuannya guna meningkatkan kemandirian ekonomi Suku Amungme dan Suku Kamoro, serta lima suku kerabat Papua lainnya. Suku-suku tersebut meliputi Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga, yang merupakan penerima manfaat dana kemitraan.
Distribusi Program Pokja Kampung ini mencakup wilayah pesisir, Kota Timika, hingga pegunungan Mimika. Dengan sebaran yang luas, YPMAK berupaya menjangkau lebih banyak komunitas. Hal ini memastikan program pemberdayaan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat penerima manfaat.
Struktur dan Sebaran Program Pokja Kampung YPMAK
Program Pokja Kampung YPMAK menunjukkan jangkauan yang signifikan di berbagai wilayah Mimika. Pada tahun 2025, YPMAK mengelola 68 Pokja yang tersebar di wilayah pesisir. Selain itu, terdapat 15 Pokja di area kota dan delapan Pokja di wilayah pegunungan Mimika.
Masa kepengurusan setiap Pokja berlangsung selama satu tahun. Divisi Program Ekonomi YPMAK saat ini sedang mempersiapkan sosialisasi untuk pembentukan pengurus Pokja tahun 2026. Proses ini dijadwalkan pada bulan Maret, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Penyesuaian ini penting terutama untuk wilayah pesisir dan pegunungan, guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan.
Pembentukan Pokja kampung dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat. Pengurus Pokja terdiri dari lima orang yang dipilih langsung oleh masyarakat. Mereka mewakili lima unsur penting di kampung, yaitu aparat kampung, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh agama. Setiap unsur wajib diwakili oleh satu orang, menjamin representasi yang inklusif.
Mekanisme Pembentukan dan Peran Aktif Pokja
Setelah pengurus Pokja terbentuk, langkah selanjutnya adalah menggelar pertemuan bersama masyarakat. Dalam pertemuan ini, mereka membahas dan menetapkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) program kerja kampung. Program kerja yang disusun difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Partisipasi aktif masyarakat sangat ditekankan dalam seluruh proses ini. YPMAK kemudian mengalokasikan anggaran yang diperlukan untuk setiap Pokja. Dana ini mendukung pelaksanaan program kerja yang telah disepakati dan dikerjakan sesuai RAB.
Harapan besar diletakkan pada program Pokja kampung ini. Oktovianus Jangkup berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan maksimal. Pemanfaatan yang baik diharapkan mampu memperbaiki kehidupan ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan yang telah disusun bersama.
YPMAK: Komitmen Berkelanjutan untuk Kemandirian Ekonomi
YPMAK, sebagai yayasan pengganti Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), terus berupaya menjadi donor profesional dan mandiri. Visi YPMAK adalah memberdayakan masyarakat suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya secara berkelanjutan.
Selain Program Pokja Kampung, YPMAK juga memiliki program lain seperti beasiswa pendidikan dan program kampung sehat. Program-program ini menunjukkan komitmen YPMAK dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan di Mimika.
Melalui pendekatan partisipatif, YPMAK memastikan bahwa setiap program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan lokal. Hal ini dilakukan demi mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik bagi seluruh masyarakat penerima manfaat di Mimika.
Sumber: AntaraNews