Wawalkot Depok Tekankan Pentingnya Kualitas Gizi Menu MBG Depok untuk Anak-anak
Wakil Wali Kota Depok mendesak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memastikan gizi menu MBG Depok berkualitas tinggi dan aman, demi tumbuh kembang optimal anak-anak di kota tersebut.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, secara tegas meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak Kota Depok memiliki kualitas tinggi dan kandungan gizi yang mencukupi. Penekanan ini disampaikan Chandra saat meresmikan SPPG Rangkapan Jaya Baru II Depok pada hari Jumat. Program Makanan Bergizi (MBG) merupakan inisiatif prioritas pemerintah yang harus memberikan manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak-anak.
Permintaan ini muncul setelah pada masa sebelumnya sempat ditemukan makanan dengan nilai gizi rendah dan tidak sebanding dengan kebutuhan gizi anak. Chandra menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh terulang kembali. Ia tidak ingin ada lagi menu yang asal-asalan, karena hal tersebut akan menjadi kritik serius dari pemerintah kota.
Selain kualitas gizi, aspek kebersihan dan kualitas air juga menjadi sorotan utama dalam penyediaan menu MBG. Pencegahan keracunan makanan menjadi prioritas utama. SPPG diminta untuk terus menjaga catatan nol kasus keracunan yang telah berhasil dipertahankan hingga saat ini.
Peningkatan Kualitas Gizi Menu MBG Depok
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, secara tegas meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak memiliki kualitas tinggi dan kandungan gizi yang mencukupi. Ia menekankan agar tidak ada lagi menu yang asal-asalan, karena hal tersebut akan menjadi sorotan. “Saya minta tolong dipastikan, berikan makanan yang benar-benar berkualitas dan bergizi untuk anak-anak Kota Depok. Jangan asal-asalan. Kalau asal-asalan, pasti saya kritik,” ujar Chandra.
Chandra mengingat kembali insiden di masa lalu di mana sempat ditemukan makanan dengan nilai gizi rendah dan tidak sebanding dengan kebutuhan anak, bahkan sempat viral karena harganya hanya sekitar lima ribu rupiah per porsi. “Dulu pernah ada yang sempat viral, setelah dihitung nilainya hanya sekitar lima ribu rupiah per porsi. Ini tentu tidak sebanding,” katanya. Kondisi ini dinilai tidak boleh terulang, mengingat program Makanan Bergizi (MBG) merupakan inisiatif prioritas pemerintah.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar makanan yang disajikan benar-benar berkualitas dan memiliki gizi yang memadai. Tujuannya adalah agar anak-anak Kota Depok dapat merasakan manfaat optimal dari program pemerintah ini untuk tumbuh kembang mereka. “Jadi berikan makanan yang berkualitas dan gizinya mencukupi agar anak-anak benar-benar mendapatkan manfaat dari program pemerintah,” tambahnya.
Prioritas Keamanan Pangan dan Kebersihan Air
Selain kualitas gizi, Chandra Rahmansyah juga menyoroti pentingnya keamanan pangan dalam penyediaan menu MBG. Ia mengingatkan SPPG untuk memperhatikan kebersihan dan kualitas air yang digunakan dalam seluruh proses dapur, mulai dari pencucian bahan makanan hingga peralatan makan. “Selain kualitas makanan, Chandra juga mengingatkan pentingnya keamanan pangan, terutama kebersihan dan kualitas air yang digunakan dalam seluruh proses dapur, mulai dari mencuci bahan makanan hingga peralatan makan,” demikian isi informasi yang diberikan.
Wawalkot Depok ini menekankan pentingnya menjaga rekor nol kasus keracunan yang telah dicapai oleh SPPG di Kota Depok hingga saat ini. Ia meminta agar catatan positif ini terus dipertahankan dan tidak sampai terjadi insiden yang tidak diinginkan, terutama yang berkaitan dengan kualitas air. “Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada catatan keracunan di Kota Depok. Tolong ini benar-benar dijaga. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terkait air,” katanya.
Sebagai contoh, Chandra menyebutkan kasus keracunan massal di Kota Yogyakarta yang disebabkan oleh cemaran air mengandung E.coli. “Di Jogja, kasus keracunan menurun drastis setelah sumber airnya diganti. Ternyata banyak cemaran, airnya mengandung E. coli. Bisa berasal dari air untuk mencuci piring, bahan makanan, dan lainnya,” jelasnya. Kejadian ini harus menjadi pelajaran serius bagi semua pengelola dapur MBG di Depok, agar lebih cermat dalam memastikan sumber air yang bersih dan aman.
Apresiasi Relawan dan Dampak Sosial Program
Chandra Rahmansyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada para relawan SPPG yang sebagian besar berasal dari masyarakat sekitar. Ia menilai keterlibatan aktif warga lokal secara profesional sangat berdampak positif bagi keberhasilan program Makanan Bergizi. “Chandra menyampaikan apresiasi kepada para relawan SPPG yang berasal dari masyarakat sekitar. Ia menilai keterlibatan warga lokal secara profesional akan berdampak positif bagi keberhasilan program sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Depok,” demikian informasi yang diberikan.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam program ini tidak hanya menyukseskan penyediaan gizi bagi anak-anak, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Depok. Keterlibatan profesional ini dapat membuat warga Depok lebih diakui. “Saya melihat relawannya berasal dari masyarakat sekitar. Terima kasih kepada rekan-rekan relawan SPPG yang siap bekerja sama menyukseskan program ini,” ujarnya.
Ia berharap, dengan kualitas kerja yang profesional, warga Depok akan lebih mudah diterima di dunia kerja, baik di dalam maupun di luar daerah. Ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki manfaat ganda, baik untuk gizi anak maupun pengembangan kapasitas masyarakat. “Saat masyarakat bekerja secara profesional, kualitas warga Kota Depok akan diakui, tidak hanya di Depok, tetapi juga di luar daerah. Ke depan, orang Depok akan lebih mudah diterima saat mencari kerja,” demikian Chandra.
Sumber: AntaraNews