Waspada, Komplotan Begal Menyamar sebagai Debt Collector Bisa Curi Motor Korban
Sekelompok begal ini mengawasi pengendara yang mudah ditakuti. Setelah korban berhenti, mereka menggunakan alasan tunggakan cicilan sebagai umpan.
Mukhtarodin tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Tiba-tiba, empat pria yang merupakan komplotan begal mendekatinya dengan menggunakan dua sepeda motor matic.
Keempat pria tersebut mengaku sebagai perwakilan dari perusahaan leasing. Salah satu dari mereka bahkan menyebut nama istri Mukhtarodin untuk menakut-nakuti.
"Saya dari leasing, motor abang bermasalah pembayarannya," ujar salah satu tersangka yang dikenal dengan inisial YS, sambil menggertak Mukhtarodin. Meskipun Mukhtarodin menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah dengan pembayaran sepeda motornya, YS tetap memaksanya untuk ikut ke kantor leasing.
Pelaku melakukan penipuan terhadap korban
Dengan menggunakan trik tersebut, YS (25), FGSL (23), dan SGF (30) berhasil memperdaya korban. Mukhtarodin bukanlah satu-satunya yang menjadi mangsa mereka. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, kelompok ini telah melakukan aksi serupa sebanyak tujuh kali.
"Dari keterangan tersangka, mereka telah beroperasi sebanyak tujuh kali dengan sukses dan barang hasil curian telah dijual. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pengembangan terhadap para penadahnya," ujar Seto dalam konferensi pers yang diadakan pada Rabu (1/10/2025).
YS dan rekan-rekannya mencari target di jalanan. Mereka mengawasi pengendara yang dianggap bisa ditakut-takuti. Ketika korban berhenti, mereka menggunakan alasan tunggakan cicilan untuk menjebak. Setelah itu, motor korban pun dibawa pergi.
Di tengah perjalanan, salah satu pelaku berpura-pura menjatuhkan kunci motor dan meminta korban untuk mengambilnya. Begitu korban turun dari kendaraan, para pelaku langsung melarikan motor tersebut.
"Saat dalam perjalanan menuju kantornya, para pelaku sengaja menjatuhkan kunci dan meminta korban untuk mengambilnya. Pada saat korban mengambil kunci yang dijatuhkan, di situlah para pelaku meninggalkan korban," tambahnya.
Korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian
Mukhtarodin, yang menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan, segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kelapa Gading. Tim operasional pun segera mengambil tindakan dengan melakukan penyelidikan.
Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengamati kawanan penipu yang kembali beraksi. Dua anggota polisi pun langsung mengikuti jejak mereka. Kejar-kejaran pun berlangsung di sekitar Mal Artha Gading dan Sunter. Salah satu pelaku yang dikenal dengan inisial FGSL bahkan melompat ke dalam gorong-gorong untuk melarikan diri. Namun, nasib buruk menimpa dirinya ketika massa ojek online dan warga setempat ikut membantu polisi untuk menangkapnya.
Selain itu, dua pelaku lainnya, YS dan SGF, tidak dapat berbuat banyak saat ditangkap tidak jauh dari lokasi kejadian. Sementara itu, dua pelaku lainnya yang bernama Aldo Rao alias Penyu dan Rafael Gencu masih dalam pengejaran dan berstatus buron.
Menyamar sebagai penagih utang
Seto menyatakan bahwa para pelaku bukanlah debt collector yang sebenarnya. "Mereka memperoleh data dari rekan-rekan sesama Matel dan mencari korban yang mudah ditakuti, sehingga korban dibawa ke kantor untuk dikonfirmasi," jelasnya.
Dia juga menambahkan bahwa sepeda motor hasil pencurian dijual dengan harga antara Rp 4 juta hingga Rp 6 juta kepada penadah yang berada di kawasan Duren Sawit. Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di Polsek Kelapa Gading dan dijerat dengan Pasal 378 KUHP mengenai penipuan, yang dapat mengakibatkan hukuman penjara maksimal empat tahun.