Warga di Tiga Kecamatan di Poso Tak Mau Pulang, Khawatir Terjadi Gempa Susulan
Akris menyatakan tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden itu. Meski demikian, beberapa tak mau pulang khawatir gempa susulan masih berlangsung.
Pada Rabu, 25 Juli 2025, pukul 21.06 WITA, wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, diguncang gempa dengan kekuatan 6.0 magnitudo. Akibat gempa tersebut, dilaporkan terdapat tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan di beberapa kecamatan.
Akris Fattah Yunus, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, menyatakan informasi mengenai kerusakan yang terjadi masih bersifat sementara. Saat ini, tim reaksi cepat (TRC) BPBD tengah melakukan penilaian di lapangan untuk mengumpulkan data lebih lanjut.
"Tiga rumah warga mengalami rusak ringan, khususnya dinding rumah yang jebol akibat guncangan gempa. Lokasinya tersebar di Kecamatan Pamona Tenggara, Pamona Selatan, dan Tindoli," ujar Akris.
Akris juga menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa itu. Namun, beberapa warga memilih untuk tetap tidak kembali ke rumah karena dikhawatirkan masih terjadi gempa susulan yang dapat membahayakan.
"Tim kami terus melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan BPBD Poso serta pemerintah desa setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," ujarnya.
Tak Picu Tsunami
Menurut informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di daratan dengan koordinat 2,01 Lintang Selatan dan 120,78 Bujur Timur, serta kedalaman mencapai 10 kilometer. Gempa ini termasuk kategori dangkal dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
"Gempa ini tidak memicu tsunami. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik," ungkap Akris.
Sementara itu, Daryono, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, menjelaskan bahwa analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki pergerakan jenis geser (strike-slip).
"Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah daerah," tambah Daryono dalam pernyataan resmi yang diterima di Palu.
Ia juga menyampaikan bahwa intensitas gempa di Poso, Kolonodale (Morowali Utara), dan Mangkutana mencapai skala IV--V MMI, yang berarti dirasakan oleh hampir seluruh penduduk. Sementara itu, di Palopo, Toraja, Mappadeceng (Sulsel), dan Bungku (Morowali), guncangan terukur pada skala III--IV MMI.
Masyarakat Diminta Lebih Waspada
Di Kota Palu, getaran gempa dirasakan dengan skala II--III MMI. Sementara itu, di daerah Mamuju, Malunda, dan Pasangkayu yang terletak di Sulawesi Barat, guncangan tercatat pada skala III MMI.
"Getaran terasa oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang," ungkap Daryono. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun intensitasnya tidak terlalu tinggi, dampak dari gempa tetap dirasakan oleh warga sekitar.
BPBD dan BMKG memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat juga diharapkan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait agar tidak panik dan tetap tenang dalam menghadapi situasi ini.