Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kontrakan, Ada Luka di Leher dan Darah Berceceran
Ketika ditemukan meninggal dunia, IR telah tergeletak dengan kondisi luka di leher akibat benda tajam.
Warga Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjung Karang Pusat dihebohkan dengan kematian wanita paruh baya di rumah kontrakan menantunya pada Senin (15/9) petang. Wanita itu berinisial IR (56).
Ketika ditemukan meninggal dunia, IR telah tergeletak dengan kondisi luka di leher akibat benda tajam. IR diketahui merupakan warga Teluk Betung Timur (TBT), dan baru tiga hari berada di kediaman menantunya.
Kesaksian Warga
Ketua RT 03 Durian Payung, Ainun mengaku mendengar teriakan minta tolong dari arah dalam rumah kontrakan ditempati IR sebelum ditemukan meninggal dunia.
"Waktu dicek ternyata korban keadaannya sudah tidak bernyawa dan darah itu sudah berceceran," kata Ainun, Selasa (16/9).
Ainun yang merasa panik langsung menghubungi lurah dan Bhabinkamtibmas. "Yang tinggal di rumah itu memang sudah ngontrak di rumah itu lama tapi memang belum pernah melapor," ucap Ainun.
Saat petugas datang, jenazah IR lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan autopsi. Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP.
Penyelidikan Polisi
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Faria Arista mengatakan telah melakukan penyelidikan penyebab pasti meninggalnya IR.
"Siang ini kembali melakukan olah TKP. Dan untuk penyebab pastikan belum bisa disebutkan karena saat ini jenazah korban baru akan dilakukan autopsi," kata Faria.
Faria menyebutkan jika IR mengalami luka pada leher, namun kepolisian belum dapat memastikan penyebabnya.
"Untuk sementara kita lihat belum bisa memastikan 100 persen. Kalau di TKP ditemukan benda tajam tapi belum kita pastikan," ucap Faria.
Faria mengatakan, kepolisian saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk anak menantu IR.
"Saksi ada kurang lebih 8 saksi dan anak menantu korban sendiri yang kita periksa. Dan langkah selanjutnya tentunya kita lakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut," tandas Faria.