Wamenpar Nilai Museum Marsinah Perkuat Daya Tarik Wisata Budaya Nglundo
Wakil Menteri Pariwisata menyoroti potensi Museum Marsinah dalam memperkuat daya tarik Desa Wisata Nglundo sebagai destinasi sejarah dan budaya yang edukatif.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menyatakan bahwa Museum Marsinah memiliki potensi besar untuk memperkuat daya tarik Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Keberadaan museum ini diharapkan dapat menjadikan Desa Nglundo sebagai desa wisata berbasis sejarah dan budaya yang unggul. Pernyataan ini disampaikan Ni Luh Puspa dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu (17/5) setelah kunjungannya.
Menurut Ni Luh, kehadiran Museum Marsinah tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran sejarah, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengembangkan destinasi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Museum ini diharapkan dapat memberikan nilai pembelajaran yang mendalam bagi masyarakat luas.
Kunjungan Wamenpar Ni Luh Puspa ke Desa Wisata Nglundo pada Sabtu (16/5) meliputi peninjauan Monumen Marsinah yang terletak di jalur provinsi Surabaya–Madiun. Selain itu, Ni Luh juga mengunjungi rumah keluarga Marsinah, tempat kelahiran dan masa tumbuh tokoh buruh perempuan yang lahir pada 10 April 1969 tersebut, untuk melihat langsung jejak sejarahnya.
Potensi Edukasi dan Sejarah Museum Marsinah
Dalam kunjungannya, Wamenpar Ni Luh Puspa melihat secara langsung kamar tidur, ruang utama, serta berbagai dokumentasi perjalanan hidup Marsinah yang dipajang dalam bingkai besar dan deretan penghargaan. Hal ini memberikan gambaran jelas mengenai kehidupan dan perjuangan Marsinah sebagai simbol pergerakan buruh di Indonesia. Koleksi-koleksi ini menjadi aset berharga bagi museum.
Di kompleks museum yang berdampingan dengan rumah keluarga, Ni Luh meninjau sejumlah koleksi pribadi Marsinah yang tersimpan dan dipamerkan kepada publik. Koleksi ini disajikan secara informatif dan edukatif, memungkinkan pengunjung untuk memahami lebih dalam tentang sosok Marsinah dan perjuangannya. Keberadaan koleksi ini memperkaya pengalaman edukasi bagi setiap pengunjung.
- Sepeda ontel yang pernah digunakan Marsinah.
- Seragam pabrik yang dikenakan Marsinah.
- Tas dan dompet pribadi Marsinah.
- Ijazah sekolah Marsinah.
- Berbagai catatan perjuangan yang ditulis tangan oleh Marsinah.
Ni Luh Puspa menegaskan bahwa kehadiran museum ini akan menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai pembelajaran bagi masyarakat. Museum Marsinah diharapkan menjadi pusat studi sejarah buruh dan inspirasi bagi generasi muda. Ini merupakan langkah penting dalam melestarikan sejarah dan budaya bangsa.
Harapan Pengembangan Desa Wisata Nglundo
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglundo, Eko Fitri Puji Harto, menyampaikan harapannya agar penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional dapat semakin meningkatkan daya tarik Desa Wisata Nglundo. Penetapan ini diyakini akan menarik lebih banyak wisatawan dan menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Jawa Timur. Pokdarwis berkomitmen untuk mempersiapkan segala kebutuhan pengunjung.
Eko Fitri Puji Harto menambahkan bahwa pihaknya akan menyiapkan berbagai hal yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman saat datang ke Desa Wisata Nglundo. Sebagai desa wisata rintisan, Pokdarwis mengakui masih membutuhkan pendampingan dalam pengembangan paket wisata, peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, hingga kenyamanan wisatawan. Dukungan ini sangat krusial untuk pertumbuhan desa wisata.
Pihak Pokdarwis sangat berharap dukungan penuh dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat agar Desa Wisata Nglundo dapat berkembang dengan baik. Kolaborasi antar tingkatan pemerintahan akan mempercepat proses pengembangan dan promosi desa wisata ini. Dengan adanya dukungan tersebut, potensi Desa Nglundo dapat dimaksimalkan.
Kolaborasi dan Promosi Destinasi
Dalam upaya pengembangan, Desa Wisata Nglundo juga menjalin kolaborasi strategis dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kemitraan ini bertujuan untuk mendukung promosi, pemasaran, serta distribusi produk desa. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Nglundo.
Cakupan kolaborasi antara Desa Wisata Nglundo dan KDKMP sangat luas, meliputi pengembangan suvenir khas, produk kreatif lokal, hingga paket wisata berbasis sejarah dan budaya. Melalui sinergi ini, diharapkan akan tercipta produk-produk unggulan yang menarik minat wisatawan. Ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Nglundo kepada khalayak yang lebih luas.
Kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara komunitas lokal dan lembaga ekonomi dapat mendorong pertumbuhan pariwisata. Dengan promosi yang efektif dan distribusi produk yang luas, Desa Wisata Nglundo siap menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya terkemuka di Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk keberlanjutan pariwisata lokal.
Sumber: AntaraNews