Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq: Pembaruan Pendidikan Kunci Atasi Disparitas Mutu Sekolah Swasta
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan, **pembaruan pendidikan** menjadi jembatan penting untuk mengatasi kesenjangan mutu antara sekolah negeri dan swasta, demi menciptakan kualitas pembelajaran yang mer
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, pembaruan pendidikan adalah jembatan yang efektif untuk mengatasi disparitas mutu pendidikan antara sekolah negeri dan swasta di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah keterangan tertulis di Jakarta pada Senin.
Menurut Fajar, realitas sekolah swasta saat ini menunjukkan dua sisi yang kontras. Ada sekolah swasta yang sangat diminati hingga orang tua rela mengantre bertahun-tahun, namun tidak sedikit pula sekolah yang berjuang keras untuk menjaga jumlah siswa serta keberlanjutan lembaganya.
Kondisi ini menegaskan bahwa kualitas merupakan penentu utama kepercayaan publik, di mana orang tua akan selalu memilih sekolah terbaik bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, jika tidak ada pembenahan, sekolah-sekolah tersebut berisiko tertinggal.
Fokus pada Kualitas Pembelajaran dan Guru
Bagi Fajar, kunci untuk memperkecil jurang mutu pendidikan tidak terletak pada murid, melainkan pada introspeksi dan pembaruan yang dilakukan oleh sekolah. Ia mengajak seluruh pihak sekolah untuk menilik kualitas pembelajaran di kelas, termasuk bagaimana kompetensi guru terus diperbarui, serta bagaimana kepala sekolah memimpin dengan visi mutu yang jelas.
Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa yang perlu dibenahi bukanlah anak-anak, melainkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Ini menjadi fondasi penting untuk peningkatan mutu.
Ia juga menyinggung hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA yang belum banyak menempatkan sekolah swasta dalam jajaran 100 besar nasional. Data ini, menurutnya, bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan cermin bersama untuk perbaikan.
Kebijakan Pemerintah untuk Peningkatan Mutu
Untuk memperkecil disparitas mutu, kualitas guru harus menjadi prioritas utama, sebab tidak ada jalan pintas dalam mencapai tujuan tersebut. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mendorong pembenahan tata kelola guru secara sistemik.
Pembenahan ini berbasis pada empat kompetensi utama, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, yang esensial bagi setiap pendidik. Selain itu, pemerintah juga mempercepat program Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta memastikan tunjangan profesi guru disalurkan langsung setiap bulan untuk mendukung kesejahteraan mereka.
Namun, di atas semua kebijakan tersebut, Fajar menekankan satu hal yang lebih mendasar, yakni etos kerja. Pentingnya menyempurnakan pekerjaan secara profesional ditekankan, karena guru yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan totalitas adalah fondasi kemajuan sekolah.
Implementasi dan Komitmen di Daerah
Komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan ini telah ditunjukkan di Sukabumi, melalui penandatanganan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru di lingkungan Pendidikan Dasar dan Menengah Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Penandatanganan tersebut merupakan langkah kecil yang diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk mengecilkan disparitas mutu pendidikan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar lembaga sangat penting.
Pada akhirnya, Fajar menegaskan bahwa keunggulan sekolah tidak hanya soal gedung megah atau fasilitas modern, melainkan tumbuh dari ruang-ruang kelas yang hidup, dari guru-guru yang terus belajar, dan dari kepemimpinan yang tak lelah menjaga mutu pendidikan.
Sumber: AntaraNews