Wagub Jateng Tegaskan Prioritas Normalisasi Sungai dan Dermaga Apung Atasi Penanganan Rob Demak
Wagub Jateng prioritaskan normalisasi sungai dan dermaga apung sebagai solusi penanganan rob Demak. Anggaran telah disiapkan, namun percepatan usulan desa sangat krusial agar manfaat segera dirasakan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa penanganan rob di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, akan menjadi prioritas utama. Penanganan ini meliputi normalisasi sungai serta pembangunan infrastruktur perikanan yang vital, yaitu tempat pelelangan ikan (TPI) dan dermaga apung.
Pembangunan dermaga apung dipilih sebagai solusi strategis karena wilayah kampung nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, seringkali dikepung oleh air pasang. Kondisi ini menyebabkan dermaga konvensional sulit digunakan secara optimal oleh para nelayan setempat.
Taj Yasin mengungkapkan bahwa anggaran untuk pembangunan TPI dan dermaga apung sebenarnya sudah tersedia. Oleh karena itu, pemerintah provinsi kini berfokus untuk mendorong percepatan realisasi pembangunan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat pesisir di Demak.
Solusi Komprehensif untuk Penanganan Rob Demak
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya langkah proaktif dari pemerintah desa dalam mempercepat proses pengajuan. Hal ini krusial agar tahapan lelang hingga pengerjaan fisik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat segera dilaksanakan. "Saya minta dari desa ada percepatan usulan, supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan," ujarnya.
Percepatan ini diharapkan dapat mengatasi kendala birokrasi dan memastikan proyek penanganan rob Demak berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, infrastruktur yang telah direncanakan dapat segera berfungsi optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Purworejo.
Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan solusi komprehensif ini. Sinergi yang baik akan mempercepat proses administrasi dan teknis, sehingga penanganan rob Demak dapat terealisasi secara efektif dan efisien.
Dampak Rob dan Harapan Nelayan di Desa Purworejo
Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, mengungkapkan bahwa kondisi rob di wilayahnya sempat mencapai titik terparah pada tahun 2024, di mana hampir seluruh wilayah desa terendam air pasang. Meskipun telah dilakukan pengurukan pada tahun 2025 yang berhasil mengurangi genangan, dermaga masih bisa terendam hingga sekitar satu meter saat air pasang tinggi. "Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter," jelas Rifqi.
Kondisi rob yang terus-menerus ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, khususnya para nelayan. Mereka kesulitan mendistribusikan hasil tangkapan ke TPI karena kendaraan pengangkut tidak dapat masuk akibat akses jalan yang tergenang.
Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap pembangunan dermaga apung dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang bagi keberlangsungan aktivitas nelayan. Teknologi dermaga apung dianggap mampu beradaptasi dengan fluktuasi air pasang, sehingga kegiatan bongkar muat ikan dapat tetap berjalan lancar.
Tantangan dan Kebutuhan Perlindungan Akses Darat
Rifqi Salafudin juga berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada dermaga apung semata, tetapi turut memperhatikan perlindungan akses darat. Ia menekankan pentingnya memastikan kendaraan roda empat tetap dapat menjangkau area pendaratan ikan, meskipun rob melanda. "Teknologi dermaga apung harus dibarengi dengan proteksi akses darat agar kendaraan roda empat tetap bisa masuk menjemput hasil laut," ujarnya.
Kekhawatiran utama adalah jangan sampai pembangunan dermaga apung justru membuat daratan di sekitarnya semakin tergerus atau tidak dapat diakses. Rifqi menginginkan adanya penjelasan teknis yang detail agar solusi yang diterapkan benar-benar holistik dan berkelanjutan.
Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat pesisir di Desa Purworejo. Selain mengatasi masalah rob, proyek ini juga bertujuan untuk mempertahankan sisa daratan desa yang terus tergerus oleh air pasang, sekaligus mendukung keberlanjutan mata pencarian nelayan.
Sumber: AntaraNews