Trivia Penutupan Jalan Kramat Kwitang: Bekas Bakaran dan Pengalihan Arus Imbas Aksi Demonstrasi
Jalan Kramat Kwitang masih ditutup pagi ini pasca-aksi demonstrasi. Simak detail kondisi terkini dan alasan di balik Penutupan Jalan Kramat Kwitang yang membuat lalu lintas terganggu.
Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, pada Sabtu pagi masih ditutup total. Penutupan Jalan Kramat Kwitang ini merupakan imbas dari berlangsungnya aksi demonstrasi di depan Markas Brimob Kwitang.
Dari pantauan di lokasi pada pukul 08.49 WIB, terlihat jelas bahwa akses jalan dari arah Salemba menuju Kwitang arah Monas tidak dapat dilalui. Para pengendara pun terpaksa dialihkan untuk naik flyover melewati Atrium Senen menuju Mangga Dua, Jakarta Utara, guna menghindari area tersebut.
Aksi demonstrasi yang memicu Penutupan Jalan Kramat Kwitang ini merupakan buntut dari tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan. Insiden tragis tersebut terjadi karena Affan ditabrak kendaraan taktis (rantis) milik Brimob pada Kamis (28/8) di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Kondisi Terkini dan Dampak Penutupan Jalan Kramat Kwitang
Di sepanjang Jalan Kwitang, suasana masih menunjukkan bekas-bekas ketegangan. Terlihat banyak warga berkerumun di sekitar lokasi, mengamati kondisi jalan yang dipenuhi bebatuan dan puing separator.
Beberapa titik api kecil masih terlihat menyala, dan bagian aspal di sepanjang jalan berwarna hitam. Warna hitam ini disebabkan oleh arang sisa aksi pembakaran yang dilakukan massa semalam, meninggalkan jejak yang jelas.
Di ujung jalan, barisan Satuan Brimob masih berjaga dengan sigap. Mereka menggunakan tameng hitam dan berbaris rapi membentang jalanan, mengambil posisi bertahan di depan Mako Brimob untuk mengamankan area.
Kondisi ini secara langsung berdampak pada lalu lintas di atas jalan layang Senen. Arus kendaraan di sana tersendat karena banyak warga melintas ingin melihat pemandangan tersebut dari atas, menambah kepadatan di area sekitar Penutupan Jalan Kramat Kwitang.
Kronologi Tragedi yang Memicu Aksi Demonstrasi Besar
Aksi demonstrasi ini bermula dari insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol. Ia tewas setelah ditabrak oleh kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis (28/8) lalu, saat massa sedang melakukan aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Affan diketahui berada di kerumunan massa pada saat kejadian.
Kendaraan Brimob tersebut dilaporkan ingin melarikan diri dari kerumunan demonstran yang semakin memanas. Namun, dalam upaya tersebut, rantis Brimob justru menabrak Affan Kurniawan, memicu kemarahan dan aksi lanjutan dari massa.
Hingga saat ini, kondisi tegang dan Penutupan Jalan Kramat Kwitang masih berlangsung di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pihak berwenang terus berupaya mengendalikan situasi dan memastikan keamanan.
Sumber: AntaraNews