Aparat gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih terlihat berjaga ketat di depan Markas Komando Korps Brigade Mobil (Mako Brimob) di Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat. Penjagaan ini melibatkan Marinir TNI AL, Kopasgat TNI AU, dan Kostrad TNI AD, berlangsung hingga Sabtu sore, 30 Agustus, menyusul serangkaian unjuk rasa yang terjadi di lokasi tersebut.
Situasi di sekitar Mako Brimob Kwitang terpantau tetap kondusif hingga pukul 17.00 WIB, meskipun beberapa kali kelompok massa berupaya mendekati area markas. Aparat TNI dan kepolisian tampak bersiaga lengkap dengan tameng, berupaya menahan serta menenangkan para demonstran yang terus menyuarakan tuntutan mereka.
Aksi unjuk rasa yang memicu kehadiran aparat keamanan ini merupakan buntut dari insiden tragis yang melibatkan mobil rantis Brimob pada Kamis, 28 Agustus petang. Insiden tersebut menyebabkan seorang pengemudi ojek daring bernama Affan Kurniawan meninggal dunia di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, memicu kemarahan publik.
Advertisement
Advertisement
Pengamanan Ketat di Mako Brimob Kwitang
Pengamanan di Mako Brimob Kwitang melibatkan personel dari tiga matra TNI, yaitu Marinir TNI AL, Kopasgat TNI AU, dan Kostrad TNI AD, yang bersinergi dengan personel kepolisian. Mereka bersiaga penuh lengkap dengan tameng di depan pintu masuk markas, memastikan tidak ada insiden yang tidak diinginkan.
Meskipun situasi secara umum kondusif, ketegangan sempat terasa ketika massa aksi mencoba melakukan dorongan terhadap barisan petugas keamanan. Beberapa kali terdengar teriakan demonstran yang mendesak agar pintu gerbang Mako Brimob segera dibuka, menunjukkan tingginya emosi massa.
Aparat gabungan terus berupaya menjaga agar unjuk rasa tidak berujung pada tindakan anarkis atau perusakan fasilitas umum. Mereka fokus pada penahanan massa dan upaya menenangkan situasi, memastikan bahwa setiap bentuk aspirasi dapat disampaikan tanpa mengganggu ketertiban publik dan keamanan area vital.
Advertisement
Advertisement
Peran Pangkostrad dan Akar Masalah Unjuk Rasa
Pada siang hari sebelumnya, Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar turut hadir di lokasi untuk memantau langsung situasi keamanan. Kehadirannya menunjukkan keseriusan pihak militer dalam menangani dinamika yang terjadi di Mako Brimob Kwitang, sekaligus memberikan dukungan moral kepada pasukannya.
Letjen Fadjar sempat berdialog langsung dengan perwakilan massa aksi untuk mendengarkan tuntutan utama mereka. Beliau kemudian mengonfirmasi bahwa beberapa orang yang sempat diamankan terkait aksi tersebut telah dibebaskan, meskipun tidak merinci jumlah pastinya.
Pangkostrad juga menyempatkan diri meninjau kondisi pasukan Brimob yang telah berjaga selama dua hari terakhir di tengah tekanan massa. Ia menegaskan kembali komitmen TNI dan Polri untuk memastikan unjuk rasa berjalan tertib dan tidak merusak fasilitas umum yang ada di sekitar lokasi.
Advertisement
Insiden yang memicu unjuk rasa ini adalah kecelakaan tragis pada Kamis petang, 28 Agustus, yang melibatkan mobil rantis Brimob dengan seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan. Kejadian di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, tersebut memicu kemarahan publik dan mendorong massa untuk menyuarakan protes mereka di depan markas Brimob.
Sumber: AntaraNews