Trivia: Pemprov Sulut Targetkan Penurunan Angka Kemiskinan Sulut Jadi 5,59% di 2025, Ini Strateginya
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menargetkan penurunan angka kemiskinan Sulut menjadi 5,59% pada tahun 2025. Bagaimana strategi yang akan diterapkan untuk mencapai target ambisius ini?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah menetapkan target ambisius untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Wakil Gubernur Victor J Mailangkay mengumumkan bahwa persentase penduduk miskin ditargetkan turun dari 6,19 persen menjadi 5,59 persen pada tahun 2025. Target ini merupakan bagian integral dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara 2025–2029.
Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap visi besar untuk menghapus kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok Sulawesi Utara. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah daerah, termasuk seluruh kabupaten dan kota, diwajibkan melakukan evaluasi program komprehensif. Identifikasi akar persoalan kemiskinan juga menjadi fokus utama dalam perumusan kebijakan yang efektif.
Victor J Mailangkay menekankan pentingnya merumuskan langkah strategis yang inovatif, kolaboratif, dan tepat sasaran. Semangat kebersamaan, gotong royong, serta sinergi lintas sektor dianggap sebagai kunci utama keberhasilan. Hal ini bertujuan agar penanggulangan kemiskinan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut.
Target dan Realitas Angka Kemiskinan Sulut
Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam Penurunan Angka Kemiskinan Sulut tidak hanya berhenti pada target 2025. Dalam RPJMD 2025–2029, angka kemiskinan diproyeksikan akan mencapai rentang 4,62 hingga 4,22 persen. Visi jangka panjang ini menunjukkan keseriusan Pemprov dalam mengatasi masalah kemiskinan secara berkelanjutan.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan bahwa pada Maret 2025, persentase penduduk miskin tercatat 6,71 persen. Angka ini mengalami kenaikan tipis 0,01 poin dibandingkan periode September 2024. Meskipun demikian, capaian ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional yang berada di angka 8,47 persen.
Terdapat disparitas yang mencolok di tingkat kabupaten/kota dalam upaya Penurunan Angka Kemiskinan Sulut. Tujuh kabupaten/kota berhasil menekan angka kemiskinan di bawah rata-rata provinsi. Namun, delapan kabupaten/kota lainnya masih menunjukkan angka kemiskinan yang berada di atas capaian provinsi, menandakan tantangan yang perlu diatasi.
Wakil Gubernur Victor J Mailangkay menggarisbawahi bahwa capaian dan tantangan ini merupakan refleksi penting. "Hanya dengan kolaborasi yang kokoh dan konsistensi, kita dapat mempercepat pencapaian target angka kemiskinan secara berkelanjutan di seluruh pelosok Sulawesi Utara," ujarnya, menekankan pentingnya kerja sama antar wilayah dalam mencapai tujuan bersama.
Strategi Kolaboratif dan Intervensi Tepat Sasaran
Untuk mewujudkan target Penurunan Angka Kemiskinan Sulut, pemerintah daerah menekankan perlunya strategi terintegrasi. Evaluasi menyeluruh terhadap capaian program menjadi langkah awal yang krusial. Proses ini akan membantu mengidentifikasi program yang efektif serta area yang memerlukan perbaikan atau inovasi lebih lanjut.
Identifikasi akar persoalan kemiskinan harus dilakukan dengan lebih cermat dan mendalam. Pendekatan ini memastikan bahwa solusi yang dirumuskan benar-benar menyentuh inti permasalahan yang dihadapi masyarakat. Langkah strategis yang inovatif dan kolaboratif diharapkan dapat menciptakan dampak signifikan dan berkelanjutan.
Penguatan koordinasi lintas sektor dan para pemangku kepentingan terkait menjadi prioritas utama. Victor J Mailangkay berharap sinergi ini akan efektif menekan angka kemiskinan di daerah. "Penguatan koordinasi, sinergi lintas sektor, serta pelaksanaan intervensi yang berbasis data dan menyentuh langsung sasaran prioritas menjadi kunci," katanya.
Intervensi yang berbasis data dan tepat sasaran akan memastikan setiap langkah yang diambil benar-benar efektif dan efisien. Hal ini juga bertujuan agar program yang dijalankan mampu menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan. Dengan demikian, target Penurunan Angka Kemiskinan Sulut dapat tercapai secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.
Sumber: AntaraNews