Gubernur Suhardi Duka Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Sulbar 5,5 Persen di Tengah Tantangan Anggaran

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menetapkan target ambisius untuk pertumbuhan ekonomi Sulbar di angka 5,5 hingga enam persen pada 2026, meski dihadapkan pada pengurangan dana transfer pusat. Simak strategi Pemprov Sulbar menekan angka kemiskinan dan

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Suhardi Duka Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Sulbar 5,5 Persen di Tengah Tantangan Anggaran
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menetapkan target ambisius untuk pertumbuhan ekonomi Sulbar di angka 5,5 hingga enam persen pada 2026, meski dihadapkan pada pengurangan dana transfer pusat. Simak strategi Pemprov Sulbar menekan angka kemiskinan dan (AntaraNews)

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menargetkan pertumbuhan ekonomi daerahnya mencapai 5,5 hingga enam persen pada tahun 2026. Target ambisius ini dicanangkan dengan harapan dapat menekan angka kemiskinan hingga satu persen di provinsi tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Suhardi Duka di Mamuju pada Senin, 19 Januari 2026, dalam rangkaian peringatan Hari Desa Nasional dan Hari Kesadaran Nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan sejumlah kepala desa setempat. Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan desa untuk mencapai target ekonomi yang telah ditetapkan.

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi periode penuh tantangan bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk desa, akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat. Suhardi Duka mengakui adanya kondisi ini, namun tetap optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan dapat tercapai melalui komitmen kuat dari seluruh jajaran.

Gubernur Suhardi Duka menegaskan target pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada 2026 berada di kisaran 5,5 hingga enam persen, dengan keyakinan bahwa capaian ini akan mampu menekan angka kemiskinan hingga satu persen. Target ini dipertahankan meski ada pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah di Sulawesi Barat yang mencapai Rp1 triliun, termasuk dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kabupaten dan desa.

Suhardi Duka menyatakan tidak akan menurunkan target tersebut karena ia yakin seluruh pejabat Eselon II dan para kepala desa memiliki semangat serta komitmen yang kuat untuk menghadapi tantangan. Ia menekankan bahwa tidak ada individu atau entitas yang menjadi kuat tanpa menghadapi tantangan.

Meskipun kondisi fiskal daerah menghadapi tekanan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tetap bertekad untuk mencari solusi dan strategi guna memastikan roda perekonomian terus bergerak maju. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Sulbar dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah keterbatasan anggaran.

Gubernur Suhardi Duka mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan kepala desa agar menjadikan Hari Kesadaran Nasional sebagai momentum untuk terus menanamkan tanggung jawab moral. Tanggung jawab ini meliputi pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik secara optimal.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh ASN dan kepala desa, menyebut mereka sebagai individu-individu terbaik dan terpilih untuk memimpin serta menyelenggarakan pemerintahan di Provinsi Sulawesi Barat. Penegasan ini bertujuan untuk memotivasi para pemangku kepentingan agar tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

Dalam konteks peringatan Hari Desa Nasional yang kedua, Gubernur mengakui adanya penyesuaian anggaran desa. Namun, ia meminta para kepala desa untuk tetap bersabar dan fokus pada program strategis nasional yang telah ditetapkan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan desa diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang ada.

Salah satu program strategis nasional yang menjadi fokus adalah penguatan Koperasi Merah Putih. Suhardi Duka menjelaskan bahwa meskipun dana Rp500 juta per tahun ditarik dari desa, dana tersebut akan kembali dalam bentuk pembangunan dan penguatan ekonomi, salah satunya melalui Koperasi Merah Putih.

Gubernur menekankan pentingnya peran kepala desa dalam menghidupkan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi desa. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini akan mendapatkan apresiasi, sementara kegagalan yang diakibatkan oleh kelalaian akan berimplikasi hukum.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program ini dengan memanfaatkan aset-aset pemerintah daerah. Aset tersebut akan digunakan sebagai lokasi pembangunan kantor dan gerai Koperasi Merah Putih di enam kabupaten di Sulawesi Barat, sebagai bukti dukungan terhadap pengembangan koperasi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi