Trivia: Jakpro Bukan Sekadar BUMD! Kini Jadi Motor Utama Pembangunan Jakarta Modern & Berkelanjutan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh harapan besar pada PT Jakpro untuk bertransformasi menjadi 'city master developer' dan motor utama pembangunan Jakarta yang modern dan berkelanjutan, lantas apa saja perannya?
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh harapan besar kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menjadi motor utama pembangunan kota. Perusahaan daerah ini diharapkan bertransformasi menjadi "city master developer" yang memimpin sektor properti. Arahan ini bertujuan agar Jakarta tumbuh sebagai kota modern, berkelanjutan, dan inklusif di masa depan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menyampaikan mandat langsung dari Gubernur Pramono Anung. Mandat tersebut menekankan pentingnya Jakpro memiliki daya saing kuat dalam mengelola proyek-proyek besar. Transformasi ini juga akan mendukung peran Jakarta sebagai kota global setelah pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Nusantara.
Dengan peran baru ini, Jakpro diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana proyek, melainkan perancang masa depan kota. Perusahaan ini akan menjadi lokomotif pembangunan yang membawa Jakarta menuju status kota dunia yang adil dan lestari. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan pertumbuhan kota yang terintegrasi antara fisik dan nilai sosial.
Transformasi Jakpro sebagai "City Master Developer"
Gubernur DKI Jakarta secara langsung meminta PT Jakpro untuk bertransformasi menjadi "holding company" yang memimpin sektor properti. Peran ini menjadikan Jakpro sebagai "city master developer" atau motor penggerak utama pembangunan Jakarta yang modern, berkelanjutan, dan inklusif. Yustinus Prastowo menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan lembaga pengembang yang mampu mengintegrasikan pembangunan fisik dengan nilai sosial yang kuat.
Sebagai "holding company", PT Jakpro (Perseroda) diharapkan dapat bekerja lebih efisien dalam berbagai proyek pembangunan. Struktur ini juga mempermudah Jakpro untuk menjalin kerja sama strategis dengan pihak swasta dan investor global. Peran baru ini sangat krusial dalam membentuk wajah Jakarta sebagai kota global dengan karakter berkelanjutan, terutama pasca-pemindahan IKN.
Yustinus menegaskan bahwa Jakpro ke depannya tidak hanya sekadar pelaksana proyek. Perusahaan ini memiliki tanggung jawab besar sebagai perancang masa depan kota, memastikan setiap pembangunan selaras dengan visi Jakarta yang adil dan lestari. "Jakpro harus menjadi lokomotif pembangunan yang membawa Jakarta menuju kota dunia yang adil dan lestari," kata Yustinus.
Penataan Ulang Beban Penugasan dan Kesehatan Keuangan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah meninjau ulang beban penugasan yang selama ini diemban oleh Jakpro. Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk menyehatkan kembali kondisi keuangan BUMD tersebut. Kondisi keuangan yang sehat akan menjadi dasar kuat bagi Jakpro untuk menarik lebih banyak investasi baru di masa mendatang.
Yustinus Prastowo menjelaskan bahwa banyaknya penugasan strategis yang diterima Jakpro selama ini memiliki dampak signifikan terhadap arus kas perusahaan. Oleh karena itu, Pemprov berupaya menata ulang struktur aset agar operasional perusahaan lebih efisien dan berkelanjutan. Peninjauan ini mencakup mekanisme pengembalian sebagian aset kepada pemerintah daerah.
"Pemprov tengah meninjau mekanisme pengembalian sebagian aset kepada pemerintah daerah agar laporan keuangan Jakpro kembali sehat dan dapat menjadi dasar untuk menarik investasi baru," ujar Yustinus. Beliau menambahkan bahwa BUMD seperti Jakpro tidak hanya harus menjalankan penugasan publik, tetapi juga wajib menghasilkan profit agar dapat mandiri dan terus berkembang.
Komitmen Keberlanjutan dalam Setiap Proyek Jakpro
Direktur Utama PT Jakpro, Iwan Takwin, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dalam setiap proyek yang dijalankan. Setiap proyek wajib memiliki "sustainability report" atau laporan keberlanjutan yang komprehensif. Laporan ini merinci dampak sosial dan lingkungan dari setiap kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Jakpro.
Iwan Takwin menyatakan, "Kami bisa memastikan semua program strategis atau penugasan yang diberikan dampaknya 'sustain' ke depan bagi warga Jakarta dan umumnya bagi masyarakat Indonesia." Laporan keberlanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa Jakpro tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada dampak jangka panjang terhadap masyarakat dan lingkungan.
Sebagai contoh, proyek-proyek besar seperti LRT Jakarta, Jakarta International Stadium (JIS), dan Taman Ismail Marzuki (TIM) telah memiliki laporan keberlanjutan masing-masing. "Mulai dari LRT, JIS, Taman Ismail Marzuki itu kami punya 'sustainability report'-nya. Bisa lihat bagaimana dampaknya terhadap kawasan, terhadap 'people' yang ada di sana," jelas Iwan. Hal ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas Jakpro dalam menjalankan perannya sebagai pengembang kota.
Sumber: AntaraNews