Pramono Anung Harap Sinergi DKI Muhammadiyah Perkuat Jakarta sebagai Kota Global
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya Sinergi DKI Muhammadiyah untuk menjadikan Jakarta kota global yang inklusif dan berdaya saing, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam pembangunan dan kesejahteraan warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan harapannya agar sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Muhammadiyah terus diperkuat. Kemitraan ini diharapkan menjadi kokoh dan berkelanjutan, guna mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono Anung di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu. Ia menyoroti bagaimana banyak pembangunan di Ibu Kota saat ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, bahkan tanpa menggunakan APBD.
Pramono juga mengapresiasi dukungan Muhammadiyah terhadap berbagai program Pemprov DKI Jakarta dalam menyejahterakan masyarakat. Dukungan ini sangat vital dalam upaya menyejahterakan masyarakat luas di seluruh wilayah Jakarta.
Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan Jakarta
Pramono Anung mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat sangat krusial dalam pembangunan Jakarta, bahkan tanpa bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mencontohkan pembangunan taman, halte, serta ruang publik yang kini terlihat lebih tertata dan hijau. Hal ini merupakan hasil nyata dari upaya membangun kepercayaan bersama antara pemerintah dan warga.
Gubernur juga secara khusus mengapresiasi peran Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Bapak Ahmad Abubakar. Dukungan dari Muhammadiyah, khususnya Bapak Ahmad Abubakar, sangat membantu terlaksananya berbagai program Pemprov DKI Jakarta. Salah satu program yang berhasil adalah pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga Jakarta.
Menurut Pramono, program pemutihan ijazah ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan penuh dari Bapak Ahmad Abubakar dan jaringan yang dimiliki Muhammadiyah. Ia juga mengaku mendapatkan banyak pesan motivasi dari warga Muhammadiyah. Pesan-pesan ini sangat berharga dalam memimpin Jakarta menuju kemajuan yang lebih baik.
Muhammadiyah dan Tradisi Halalbihalal
Pramono Anung juga menyoroti peran penting Muhammadiyah sebagai salah satu pilar kekuatan umat dan bangsa yang telah berjalan sejak lama. Salah satu kontribusi signifikan Muhammadiyah adalah memperkenalkan tradisi halalbihalal yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia.
Muhammadiyah memandang halalbihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang sangat positif dan perlu dilestarikan. Tradisi ini mengandung dua esensi penting, yaitu silaturahmi dan saling memaafkan, sehingga Pramono mendukung penuh kebiasaan baik tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa Majalah Suara Muhammadiyah pada tahun 1924 pernah menggunakan istilah “Chalal bil Chalal”. Istilah ini kemudian berkembang menjadi “Alal Bahalal” sebagai ajang silaturahmi untuk melebur dan menyatukan perbedaan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Seiring waktu, istilah tersebut berevolusi menjadi halalbihalal seperti yang dikenal luas saat ini.
Pramono menegaskan bahwa konsep halalbihalal sangat relevan dalam membangun Jakarta sebagai kota yang menjadi rumah bagi semua kalangan dan mampu melebur perbedaan. Hal terpenting saat ini adalah bagaimana Jakarta dapat menjadi rumah bagi semua golongan, agama, dan kelompok, yang diperlakukan secara terbuka dan adil.
Sumber: AntaraNews