Jakpro Siapkan Ekspansi LRT Jakarta ke JIS dan Halim, Izin Kemenhub Sudah Dikantongi

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin menjelaskan, rencana pengembangan tersebut mencakup dua tahap lanjutan.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Jakpro Siapkan Ekspansi LRT Jakarta ke JIS dan Halim, Izin Kemenhub Sudah Dikantongi
Jakpro Siapkan Ekspansi LRT Jakarta ke JIS dan Halim, Izin Kemenhub Sudah Dikantongi (Merdeka.com)

Rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta terus dimatangkan. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengungkapkan bahwa proyek perluasan lintasan menuju wilayah utara dan timur ibu kota sebenarnya sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan sejak beberapa tahun lalu.

Meski demikian, perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta itu masih melakukan kajian untuk menentukan jalur mana yang akan diprioritaskan setelah proyek LRT Jakarta fase 1B selesai dibangun.

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin menjelaskan, rencana pengembangan tersebut mencakup dua tahap lanjutan. Tahap pertama adalah LRT Jakarta fase 2A yang dirancang menuju kawasan Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara. Sementara tahap berikutnya, fase 2B, direncanakan menghubungkan jalur LRT hingga kawasan Halim Perdanakusuma International Airport di Jakarta Timur.

“Jadi 2A ke JIS dan 2B ke Halim itu memang secara perizinan itu sudah disetujui oleh Kemenhub. Dan itu sudah sejak beberapa tahun yang lalu,” kata Iwan dalam diskusi media di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, dikutip Minggu (8/3/2026).

Namun, menurutnya, Jakpro masih mengkaji secara mendalam untuk menentukan jalur mana yang akan didahulukan pembangunannya setelah proyek LRT fase 1B rute Velodrome–Manggarai rampung.

Iwan menuturkan bahwa penyusunan rencana pengembangan LRT Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan jalur baru, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pelayanan transportasi serta integrasi dengan moda transportasi lain di ibu kota.

Kajian tersebut dilakukan dengan melihat potensi pergerakan penumpang serta konektivitas antarwilayah di Jakarta.

“Memang paralel Jakpro itu dalam menyusun masterplan LRT Jakarta ini juga, kami sudah tentunya basis kajiannya adalah pelayanan. Kemudian bagaimana semaksimal mungkin jaringan ini bisa terintegrasi dengan moda lain. Jadi connectivity-nya, mobility warga Jakarta itu benar-benar terlayani dengan sempurna,” jelas Iwan.

Ia berharap pengembangan jaringan LRT Jakarta nantinya dapat memperkuat mobilitas warga sekaligus meningkatkan konektivitas antara kawasan pusat, selatan, hingga utara Jakarta.

Dalam kajian tersebut, Jakpro juga menilai sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan mobilitas penumpang serta aktivitas ekonomi baru. Salah satu yang dianggap memiliki prospek besar adalah kawasan Jakarta International Stadium di Jakarta Utara.

Menurut Iwan, kehadiran stadion tersebut dapat menjadi magnet baru bagi aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat di wilayah utara ibu kota.

“Kalau bicara pelayanan, ya memang dari JIS ini adalah satu karena JIS menjadi satu ikon baru atau landmark baru di sisi utara, sehingga itu bisa menjadi trigger bangkitan-bangkitan ekonomi baru di sisi utara. Di mana dengan mudahnya kemudian mobilitas warga Jakarta dari pusat selatan menuju ke utara itu terkoneksi dengan waktu yang lebih singkat dibanding sebelumnya,” kata Iwan.

Meski perizinan sudah tersedia, Jakpro masih harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan proyek mana yang akan diprioritaskan. Salah satu aspek penting adalah skema pendanaan serta potensi keterlibatan investor.

Iwan mengakui kondisi ekonomi global dan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat perusahaan harus mencari strategi pembiayaan yang lebih kreatif.

“Dengan kondisi saat ini, Jakpro kemudian harus memikirkan bagaimana kreativitas kami dari sisi pendanaan,” ujarnya.

Hasil kajian tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dari laporan itu, pemerintah daerah diharapkan dapat melihat gambaran menyeluruh mengenai rencana pengembangan jaringan LRT Jakarta.

“Sehingga nanti dalam kami menyusun laporan ke Bapak Gubernur, beliau kemudian bisa melihat gambaran utuhnya kalau kemudian menetapkan mana yang terlebih dahulu,” kata Iwan.

Rekomendasi