Trivia: Bahaya Zoonosis Mengintai! Disnakeswan Tulungagung Ambil Sampel Bangkai Sapi Brantas
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung mengambil sampel dari bangkai sapi Brantas yang ditemukan di Sungai Brantas. Langkah ini untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang membahayakan manusia. Apa saja bahayanya?
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengambil langkah preventif penting. Mereka mengambil sampel daging dari bangkai sapi yang ditemukan terdampar di delta kecil Sungai Brantas, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Kamis.
Kejadian ini bermula ketika warga sekitar melihat bangkai sapi yang sudah membusuk tersebut sekitar pukul 11:30 WIB. Keberadaan bangkai ini segera menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Langkah pengambilan sampel ini bertujuan untuk memastikan penyebab kematian hewan tersebut. Selain itu, tindakan ini juga sangat krusial untuk mencegah potensi penyebaran virus atau penyakit yang dapat membahayakan lingkungan dan manusia, mengingat lokasi penemuan yang berada di aliran sungai.
Langkah Preventif Disnakeswan: Mencegah Penyakit Zoonosis
Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung, Tutus Sumaryan, menjelaskan bahwa pengambilan sampel adalah bagian dari upaya pencegahan. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian sapi dan mengantisipasi risiko penyebaran penyakit.
Tutus Sumaryan menegaskan bahwa pembuangan bangkai hewan secara sembarangan sangat dilarang. Ia mengutip Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang secara jelas melarang tindakan tersebut.
Penyakit yang berasal dari bangkai hewan seringkali bersifat zoonosis, yang berarti dapat menular dari hewan ke manusia. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan masyarakat.
Disnakeswan mengimbau masyarakat untuk mengubur bangkai hewan sesuai standar yang berlaku. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuang bangkai sembarangan dan tidak mengonsumsinya guna menghindari risiko penularan penyakit.
Evakuasi Dramatis di Sungai Brantas
Bangkai sapi yang terdampar di Sungai Brantas ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan warga sekitar. Selain menyebabkan polusi udara akibat bau busuk, ada juga kekhawatiran besar mengenai potensi pencemaran lingkungan sungai.
Proses evakuasi bangkai sapi ini dilakukan secara gabungan oleh beberapa instansi. Tim yang terlibat meliputi Disnakeswan, Polsek Ngantru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung.
Kabid Damkar Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Artista Nindya Putra, menjelaskan tantangan dalam proses evakuasi. Menurutnya, "Jumlah personel yang kami turunkan hanya 13 orang, sehingga proses cukup lama."
Artista menambahkan bahwa proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam. Hal ini disebabkan oleh ukuran sapi yang besar serta derasnya arus sungai Brantas. Kondisi tersebut membuat upaya pengangkatan bangkai menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Sumber: AntaraNews