Tragis, Ternyata Pasutri WN Australia yang Ditembak di Vila Baru Pertama Kali Bali buat Bulan Madu
GJ istri korban ZR menyaksikan dengan jelas bagaimana suaminya ditembaki dan kini mengalami trauma berat.
ZR, warga negara Australiayang menjadi korban penembakan di sebuah vila di Kabupaten Badung, Bali pada Sabtu (14/6) lalu, rupanya datang ke Pulau Dewata untuk berbulan madu dengan istrinya berinisial GJ (30).
Peristiwa tragis itu menyebabkan korban ZR (32) tewas dan SG (35) luka tembak.
Sari Latief, kuasa hukum korban mengatakan, pasangan suami istri baru pertama kali datang ke Bali untuk honeymoon. Di waktu yang sama, istri atau GJ juga berulang tahun di usia ke 30 pada tanggal 16 Juni 2025.
"Korban yang telah meninggal dunia baru pertama kalinya ke Indonesia dan ke Bali. Sebelumnya belum pernah mereka menginjak Indonesia. Bali khususnya," kata dia saat konferensi pers di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/6).
Sejak menikah mereka tidak pernah berbulan madu, dan akhirnya korban ZR mengajak istrinya GJ ke Bali. Alasannya karena tempatnya dekat dan tidak terlalu mahal dan berencana mengambil waktu selama lima hari di Bali.
"Karena mau perayaan ulang tahun bahwa istri korban waktu itu berusia 30. Jadi mau merayakannya di Bali dengan ulang tahun dengan keluarga," imbuhnya.
Pada Kamis (12/6) mereka tiba di Bali untuk berlibur. Sampai di Bali, mereka bertemu dengan kakak GJ berinsial DJ dan kekasihnya SG yang sudah sering berlibur ke Pulau Bali.
Belum sempat merayakan ulang tahun, pada Jumat (13/6), korban ZR dan istrinya GJ pergi makan malam dan setelah itu kembali ke vila pukul 23.00 WITA, dan mereka tidur. Selang beberapa saat kemudian, orang tidak dikenal masuk ke vila mereka dan melakukan penembakan. ZR tewas.
"Jadi di sini yang kita ingin tekankan adalah tidak benar kalau almarhum korban dan istri sudah tinggal lama di Bali. Bahkan itu pertama kalinya mereka menginjak Bali, khususnya buat perempuan (GJ) yang belum pernah traveling kemana-mana juga," ujarnya.
Menurut kuasa hukum, korban ZR merupakan seorang pengusaha toko alat berat di Melbourne, Australia, dan istrinya GJ adalah sebagai ibu rumah tangga. Keduanya, memiliki 6 anak, dua di antaranya anak kandung berusia 3 tahun dan 9 bulan dan 4 anak lainnya adalah anak angkat. Akibat kejadian itu, GJ mengalami trauma berat.
"Bagi kami dan tim mendampingi itu bukan hal yang enak untuk dilihat. Kita semua tidak mau tentunya pada saat ulang tahun harus (dipadukan) dengan kondisi mayat yang seperti teman-teman sudah ketahui," ujarnya.
Sebelumnya, tiga pelaku asal Warga Negara Asing (WNA) Australia yang melakukan penembakan kepada dua WNA Australia bernama ZR (32) dan SG (35) telah diserahkan kepada kepolisian Polda Bali dan saat ini berada di Mapolres Badung, Bali.
Ketiga pelaku telah ditetapkan tersangka. Mereka, berinisial TPM (37), CT (23) dan DFJ (37). Kedua korban ZR dan SG menjadi korban penembakan di sebuah vila di Jalan Pantai Munggu Seseh, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (14/6).
"Korban (Zivan) meninggal dunia akibat tembakan dan dibawa ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, dan korban (Sanar) mengalami luka tembak dan dilarikan ke BIMC Hospital di Kuta," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, pada Sabtu (14/6) sore.
Pelaku Teroganisir?
Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka penembakan pasutri WNA asal Australia di sebuah vila di Bali. Melihat dari aksinya, korban menduga para pelaku penembakan terorganisir.
Boris Tampubolo, kuasa Hukum korban, merasa aneh pelaku seperti tahu aktivitas kliennya. Mereka datang saat korban baru saja tiba dari luar untuk makan malam.
"Tidak lama mereka berbaring di tempat tidur. Kemudian para pelaku datang secara membabi buta, dengan pistol dan tembakan yang sangat terencana. Artinya, sasarannya itu tepat memang tujuannya adalah untuk membunuh, bukan asal atau bukan cuma untuk menganiaya," imbuhnya.
Para pelaku diduga sudah menyiapkan kendaraan untuk kabur ke Kamboja. Namun, sebelumnya para pelaku sempat menginap di hotel mewah di Jakarta, sebelum tertangkap di Bandara Soekarno Hatta dan di Singapura.
"Menurut kami (pelaku) juga bukan sembarangan. Karena para pelaku juga menggunakan sesuatu yang sebenarnya bukan murahan. Di Jakarta nginap di hotel yang cukup mewah, sebelum akhirnya mereka mencoba kabur lewat Soekarno-Hatta," jelasnya.
Hasil autopsi menunjukkan korban ZR tewas akibat luka tembak pada dada kiri yang tembus ke jantung.
"Untuk hasil autopsi nanti detailnya bisa ditanya ke polisi. Tapi kesimpulannya mati itu karena adanya luka tembak pada dada kiri yang mengenai jantung. Jadi memang (penembakannya) sudah terencana," ujar Pahrur.