Tragis Jelang Lebaran, Pria di Lampung Ditemukan Tewas di Rumah Tunangan
Korban yang berinisial S, berusia 34 tahun dan merupakan warga Kelurahan Pringsewu Utara, ditemukan sudah tidak bernyawa.
Warga Kabupaten Pringsewu dikejutkan oleh penemuan jasad seorang pria yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung di teras samping rumah tunangannya di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, pada Selasa (17/3). Korban yang berinisial S (34) merupakan warga Kelurahan Pringsewu Utara. Ia ditemukan tidak bernyawa setelah sebelumnya dinyatakan hilang oleh keluarganya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh tunangannya yang berinisial T (23). Pada saat itu, T meninggalkan S yang sedang beristirahat di kamar untuk menghadiri acara keluarga di daerah Gadingrejo bersama orang tuanya.
Diketahui bahwa S telah menginap di rumah tunangannya selama tiga hari terakhir. Sekitar pukul 10.00 WIB, T masih sempat berkomunikasi dengan S melalui pesan WhatsApp, tetapi tidak lama setelah itu pesan tersebut tidak lagi mendapat balasan.
Merasa cemas, T pun kembali ke rumah sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, ia tidak menemukan S di dalam kamar maupun di area rumah. Pencarian dilakukan ke beberapa lokasi yang biasa dikunjungi oleh S, tetapi hasilnya nihil. T kemudian mengajak adik S untuk ikut mencari. Setelah beberapa jam melakukan pencarian di berbagai tempat, S tetap tidak ditemukan.
Akhirnya, sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kembali menyisir area sekitar rumah dan terkejut ketika menemukan S dalam keadaan tergantung di teras samping rumah.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora, menjelaskan bahwa petugas bersama tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu dan tenaga medis dari Puskesmas Rejosari langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan.
"Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Ramon pada Rabu (18/3).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, terdapat ciri-ciri yang mengindikasikan bahwa korban meninggal dunia akibat bunuh diri.
"Kondisi kaku mayat menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar 4 hingga 5 jam sebelum ditemukan," ungkapnya.
Tidak dilakukan autopsi
Polisi masih menyelidiki motif yang mendasari kejadian tersebut. Saat ini, dugaan awal menunjukkan adanya masalah pribadi yang dialami oleh korban, termasuk kemungkinan terkait utang.
"Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban juga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi," jelasnya.
Pihak kepolisian juga menyampaikan rasa belasungkawa dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keadaan orang-orang di sekitar.
"Kami mengimbau masyarakat untuk saling memperhatikan dan memberikan dukungan kepada keluarga atau kerabat yang sedang mengalami masalah," ucapnya.
Dengan adanya dukungan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peka terhadap kondisi yang dialami oleh sesama, sehingga bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.