Tokoh OPM Bumi Walo Tewas Ditembak TNI di Puncak Jaya
Nekison Enumbi, pimpinan OPM wilayah Yambi, diketahui telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Satgas gabungan TNI berhasil melumpuhkan salah satu tokoh penting Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nekison Enumbi alias Bumi Walo Enumbi, dalam operasi di Distrik Ilamburawi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Sabtu (10/5).
Operasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Satgas TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN), berdasarkan informasi intelijen mengenai keberadaan target.
“Keberhasilan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen TNI untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat Papua dari ancaman teror bersenjata. Operasi ini dilakukan secara terukur berdasarkan informasi akurat dari Satgas BIN,” jelas Dansatgas Media Koops TNI Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono.
Terlibat Serangkaian Aksi Teror
Nekison Enumbi, pimpinan OPM wilayah Yambi, diketahui telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Puncak Jaya sejak April 2024. Ia diduga kuat terlibat dalam berbagai aksi kekerasan dan teror, termasuk penembakan terhadap aparat dan warga sipil.
“OPM tidak hanya menargetkan aparat keamanan, tetapi juga aktif meneror masyarakat sipil. Hal ini mengganggu stabilitas dan memperlambat pembangunan di Papua Tengah,” lanjut Letkol Iwan.
Dalam operasi itu, Bumi Walo tewas di tempat setelah sempat melakukan perlawanan. Dari lokasi kejadian, TNI mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam berbagai aksi kekerasan, antara lain 3 butir munisi kaliber 9 mm, 1 selongsong peluru kaliber 5,56 mm, 2 kapak, 6 parang, 2 unit HT, 3 sarung pistol, 2 handphone GSM dan 1 Android serta 4 busur dan 90 anak panah.
Rekam Jejak Kekerasan
Beberapa aksi kekerasan yang melibatkan Nekison Enumbi antara lain:
- Penembakan terhadap anggota Polsek Puncak Jaya (21 Januari 2025)
- Penembakan purnawirawan Polri (7 April 2025)
- Pembunuhan tukang ojek (2024)
- Pembakaran sekolah dan pembunuhan tenaga pendidik serta kesehatan
Selain melakukan aksi fisik, OPM aktif menyebarkan propaganda dan hoaks melalui media sosial seperti akun ORGANISASI PAPUA MERDEKA, OPM-TPNPB, dan Papua Merdeka Channel, yang dinilai mengganggu integritas demokrasi dan opini publik.
TNI mengimbau masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“TNI bersama aparat lainnya akan terus hadir menjaga keamanan dan melindungi seluruh warga,” pungkas Letkol Iwan seperti dilansir dari Antara.