Tingkatkan Produktivitas, Antam Gelar Pelatihan Pakan Ternak Sapi Kolaka Berbasis Fermentasi
PT Antam UBPN Kolaka berkolaborasi dengan UHO dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka sukses menyelenggarakan pelatihan pakan ternak sapi Kolaka, memberdayakan peternak lokal melalui inovasi teknologi fermentasi.
PT Aneka Tambang (Antam) Tbk melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka, berkolaborasi dengan Universitas Halu Oleo (UHO) dan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka, telah sukses menggelar pelatihan teknis pengolahan pakan ternak sapi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (03/5).
Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Mattirowalie yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonomi para peternak lokal. Fokus utama pelatihan adalah pemanfaatan teknologi pakan fermentasi, yang diharapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui program ini, Antam menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah binaan. Harapannya, pelatihan pakan ternak sapi Kolaka ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga mendorong pola beternak yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Inisiatif Program Mattirowalie untuk Peternak Lokal
Kolaka Region, CSR & ER Sub Division Head Antam UBPN Kolaka, Muh Rusdan, menjelaskan bahwa Program Mattirowalie adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan kehadiran Antam memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi peternak lokal.
Rusdan menambahkan bahwa tujuan utama dari pelatihan pakan ternak sapi Kolaka ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi peternak melalui pemanfaatan teknologi pakan fermentasi. Dengan demikian, diharapkan peternak dapat mengelola pakan ternak secara lebih efektif dan efisien.
Program Mattirowalie ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, mengubah pola beternak masyarakat menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. “Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi menjadi awal dari perubahan pola beternak yang lebih baik, efisien dan berkelanjutan,” ujar Rusdan.
Materi dan Manfaat Pengolahan Pakan Fermentasi
Dalam pelatihan pakan ternak sapi Kolaka ini, para peternak menerima materi teori dan praktik langsung mengenai manajemen pakan. Materi inti berfokus pada pembuatan pakan fermentasi dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang ekonomis seperti jerami dan dedak.
Pemanfaatan bahan baku lokal ini menjadi kunci untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan kemandirian peternak dalam menyediakan pakan berkualitas. Dengan demikian, peternak tidak lagi bergantung pada pakan pabrikan yang relatif mahal.
Melalui Program Mattirowalie, Antam bersama para mitra berharap dapat terus mendorong terciptanya ekosistem peternakan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. Hal ini secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan secara berkelanjutan.
Dukungan Akademisi dan Pemerintah Daerah
Dosen Peternakan UHO, Dr. Rusdin, yang bertindak sebagai narasumber, menekankan pentingnya konsistensi nutrisi pada setiap fase pertumbuhan sapi. Menurutnya, konsistensi nutrisi adalah kunci utama untuk meningkatkan produktivitas ternak secara signifikan.
“Nutrisi pakan harus dijaga secara konsisten pada setiap level pertumbuhan sapi. Dengan manajemen pakan yang tepat, produktivitas ternak dapat meningkat secara signifikan,” sebut Dr. Rusdin.
Senada dengan hal tersebut, drh. Titin dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka, menilai bahwa penggunaan bahan lokal merupakan langkah strategis untuk menekan biaya produksi. Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas sektor dalam program pelatihan pakan ternak sapi Kolaka ini.
“Kami ingin peternak mampu mandiri dalam menyediakan pakan berkualitas tanpa bergantung pada pakan pabrikan yang relatif mahal,” ucap Titin, seraya menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Apresiasi Komunitas dan Dampak Jangka Panjang
Kepala Desa Tambea, Muslipang Nawir, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Antam dalam menyelenggarakan pelatihan pakan ternak sapi Kolaka ini. Ia menyebutkan bahwa dukungan perusahaan terhadap sektor peternakan di desanya sangat signifikan.
Sebelumnya, Antam juga telah memberikan bantuan berupa 36 ekor sapi kepada warga Desa Tambea, menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan. Bantuan ini melengkapi upaya pemberdayaan melalui pelatihan.
“Kami berharap dengan pelatihan ini, warga yang memiliki sapi dapat mengembangkan ternaknya dengan baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkap Muslipang Nawir.
Sumber: AntaraNews