Dosen Unsri Latih Warga Palembang: Inovasi Pemanfaatan Limbah Ikan Patin Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Tim dosen THPE Unsri melatih warga Palembang cara inovatif dalam pemanfaatan limbah ikan patin menjadi produk pangan dan pupuk organik, membuka peluang UMKM baru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dosen Unsri Latih Warga Palembang: Inovasi Pemanfaatan Limbah Ikan Patin Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Tim dosen THPE Unsri melatih warga Palembang cara inovatif dalam pemanfaatan limbah ikan patin menjadi produk pangan dan pupuk organik, membuka peluang UMKM baru. (AntaraNews)

Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan dan Ekonomi (THPE) Universitas Sriwijaya (Unsri) telah memulai sebuah inisiatif penting di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka secara aktif melatih warga setempat mengenai berbagai cara inovatif untuk memanfaatkan limbah olahan ikan patin. Kegiatan ini berpusat di Kelurahan Lebung Gajah, dengan fokus pada pengembangan produk bernilai ekonomi tinggi.

Pelatihan tersebut dirancang untuk mengubah limbah ikan patin yang sebelumnya terbuang menjadi sumber daya yang berharga. Warga diajarkan teknik pengolahan limbah menjadi bahan pangan yang lezat serta pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif ganda bagi masyarakat.

Menurut Ketua Tim Pengabdian THPE Unsri, Gama Dian Nugroho, program ini akan diberikan pada November 2025 kepada berbagai lapisan masyarakat. Sasaran pelatihan meliputi masyarakat umum, anggota Karang Taruna, mahasiswa, ibu-ibu PKK, dan pegawai Kelurahan Lebung Gajah. Tujuannya adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan menciptakan peluang usaha baru.

Inovasi Olahan Pangan dan Pupuk Organik dari Limbah Patin

Dalam rangkaian pelatihan ini, tim dosen dan mahasiswa THPE Unsri tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Mereka menyosialisasikan pentingnya kandungan gizi pada limbah ikan patin, khususnya tulang ikan. Tulang ikan patin memiliki potensi besar untuk diolah menjadi tepung tulang ikan yang kaya manfaat bagi kesehatan.

Pengenalan produk olahan pangan menjadi salah satu daya tarik utama pelatihan ini. Warga diajak untuk melihat bagaimana tepung tulang ikan patin dapat diintegrasikan ke dalam berbagai makanan populer. Contoh produk yang diperkenalkan meliputi brownies dan cookies, yang kini diperkaya dengan tambahan tepung tulang ikan patin, menjadikannya lebih bergizi.

Selain produk pangan, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi fokus utama. Pelatihan mencakup cara pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah ikan patin. Pemanfaatan limbah ini sebagai POC tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menyediakan alternatif pupuk yang lebih alami dan ekonomis bagi pertanian lokal.

Kegiatan ini didukung penuh oleh pendanaan dari Kemdiktisaintek, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap inovasi. Dukungan ini selaras dengan cita-cita besar pemerintah untuk merintis dan memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Terutama, UMKM yang mampu memanfaatkan limbah hasil perikanan memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dukungan Pengembangan UMKM dan Lingkungan Berkelanjutan

Gama Dian Nugroho menyampaikan harapannya bahwa edukasi ini akan menjadi pendorong bagi masyarakat. "Kami berharap edukasi pemanfaatan limbah hasil olahan ikan patin dapat membantu masyarakat membuat produk olahan yang menjadi awal terbentuknya UMKM yang dapat membantu perekonomian masyarakat di Kelurahan Lebung Gajah dan daerah sekitarnya," ujarnya.

Inisiatif ini disambut baik oleh pemerintah setempat. Lurah Lebung Gajah Palembang, Muhammad Waldo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim Unsri. Ia mengakui bahwa sebelumnya, warga di kelurahannya sering membuang limbah hasil olahan ikan begitu saja, yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kebiasaan tersebut dapat berubah. "Dengan diberikan pelatihan, diharapkan ke depan limbah hasil olahan ikan tidak lagi dibuang begitu saja oleh warga dan dimanfaatkan menjadi bahan pangan serta menjadi pupuk organik cair atau bahan bernilai ekonomi tinggi lainnya," jelas Lurah Muhammad Waldo. Hal ini menandai langkah maju dalam pengelolaan limbah dan peningkatan kesejahteraan warga.

Pemanfaatan limbah ikan patin menjadi produk bernilai ekonomi tinggi merupakan contoh nyata dari ekonomi sirkular. Program ini tidak hanya menciptakan peluang usaha, tetapi juga mempromosikan praktik ramah lingkungan. Dampaknya diharapkan dapat berkelanjutan, menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan peduli terhadap lingkungan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi